Wedangan Kampoeng, Tempat Makan Bernuansa Tempo Doeloe

Wedangan Kampoeng, Tempat Makan Bernuansa Tempo Doeloe


ANDINUGRAHA | Hallo, SDM. Di diary kali ini, aku masih membahas #DiaryKuliner ya. Dimana tempat makan yang satu ini sangat rekomen untuk kalian yang mau makan sekaligus merasakan suasa Jawa yang asri dan bernuansa tempo doeloe di Yogyakarta.

Sebelumnya, tempat makan yang satu ini sudah di tuliskan juga sama guruku, beliau seorang blogger juga. Pak Akhmad Muhaimin Azzet namanya, pemilik (kedaijoistimewa.blogspot.co.id). Kalau kalian mau membaca juga, silahkan langsung klik aja disini.

Well, langsung aja ya. Ceritanya pagi itu aku ada meeting dengan mas Hendri dan Pak Joko. Dimana kami mau membahas training personality plus. Yang sudah terlaksana di bulan Januari lalu, tepatnya di D'Salvatore Hotel. Jl.Laksda Adisucipto Km 8 Yogyakarta.

Sedikit aku kasih tahu pak Joko ini siapa ya. Jadi Pak Joko ini yang ngisi training personality plus. Beliau merupakan Pakar Human Relationsip, Entrepreneur berpengalaman lebih dari 15 tahun. Sedangkan aku dan mas Hendri yang ngurus acaranya.

Sebelum meeting, kami kumpul di rumah pak Joko terlebih dahulu, yang tempatnya di Condong Catur. Awalnya meeting yang aku kira dirumahnya ternyata pindah ke di wedangan kampoeng. Sekalian sarapan pagi katanya. Berhubung anak kost belum sarapan, jadi setuju dah ^_^


Diperjalanan sempat berfikir seperti apa suasana di wedangan kampoeng itu? Jujur, aku sendiri baru pertama kalinya ke tempat ini. Namanya nggak asing memang karena sebelumnya pernah baca tulisan Pak Akhmad yang kebetulan membahas tempat makan Wedangan Kampoeng ini.

Sesampainya disana kurang lebih jam 9-an, tapi yang datang udah banyak banget. Aku makin penasaran seperti apa sebenarnya suasana di dalam.


Begitu kami turun dari mobil. Kami masuk melewati pintu masuk yang bertuliskan "Sugeng Rawuh" atau selamat datang.


Setelah memasuki pintu masuk terdapat papan yang bertuliskan "DILARANG MEMBAWA MAKANAN & MINUMAN DARI LUAR". Itu berarti siapa saja yang datang ke tempat makan yang satu ini, jangan sampe membawa makanan dari luar. Kecuali nggak ketahuan..hehe


By the way, buat apa juga ya bawa makanan dari luar, aku rasa tujuan ke tempat ini kan mau makan. Nggak cuma itu, kami disambut juga dengan kolam kecil yang terdapat banyak ikan di dalamnya. 


Setelah di dalam, kami langsung ambil makan. Kebetulan disini konsepnya seperti prasmanan. Jadi tingal ambil. Jangan salah kita harus antri seperti foto dibawah ini untuk bisa mengambil makanannya.


Ada juga yang sedang bakar sate, sebenarnya disini banyak menunya. Jadi kita tinggal pilih aja sesuai keinginan. Mau yang bersayur, kering semua ada.


Begitu juga dengan nasinya, nggak cuma nasi putih biasa. Ada juga nasi merah yang mana sangat jarang kita temui di warung makan pada umumnya. Tapi di wedangan kampoeng ada. Dan aku sengaja memilih nasi merah, selain memang pengen, makan nasi merah juga jarang-jarang.


Coba perhatikan begitu banyak pilihan lauknya disini, kalian puas-puasin deh makan disini. Lauknya bebas pilih begitu juga dengan minumnya. Puas-puasin juga harus merhatikan uang yang dibawa ya..hehe


Mau minuman  dingin atau panas ada disni. Coba kalian perhatikan logo wedangan kampoengnya, kalau kalian lihat logo seperti ini sudah dipastikan itu lokasi wedangan kampung. Turun dan mampirlah.


Setelah kita pilih menu makanannya, kita lanjut ke mba yang menggunakan baju kuning untuk membayar. Jadi sebelum makan kita harus membayar terlebih dahulu baru bisa makan. Setelah kenyang bisa langsung pergi.

Sebenarnya konsep seperti ini aku sering nemuin, salah satunya di angkringan kang Harjo. Sama persis, datang ambil nasi dan lauknya terus bayar kemudian baru bisa dimakan.


Nggak cuma kami saja yang makan, melainkan sudah ramai. Foto dibawah ini merupakan suasana diluar, yang mana tempat duduknya terbilang unik. Kursi dan meja yang berada di luar terbuat dari kayu yang tidak diubah dan tetap seperti bentuk aslinya.


Ada juga rombongan sepeda yang rame-rame datang untuk makan. Melihatnya aku jadi pengen mengayuh pedal ke tempat makan yang satu ini.


Selain tempat makan yang diluar, ada juga tempat makan dalam ruangan yang menyediakan kursi dan meja tempo dulu yang terbuat dari kayu dan rotan. Khas banget kan tempo doeloenya. Kebetulan waktu itu yang makan di dalam baru satu dua orang saja. Selebihnya memilih makan diluar sembari menikmati pemandangan.


Selain itu diluar juga terdapat beberapa gubuk-gubuk gazebo yang unik berhadapan dengan kolam ikan dan pepohonan. Serasa di rumah sendiri ya, terlebih kalau pagi hari, indah banget rasanya, dan suasananya pasti masih sejuk.


Wedangan Kampoeng itu apa artinya, Ndi?

Oh, ya ada yang belum tahu ya? Jadi wedangan itu artinya minuman hangat. Sesuai dengan nama tempat ini, Wedangan Kampoeng memiliki banyak menu minuman hangat dan dingin juga ada. Wedhangan; wedang ronde, wedang uwuh, wedang secang, wedang asle dan kopi robusta dan banyak minuman lainnya.

Jam berapa Wedangan Kampoeng buka, Ndi?

Wedangan Kampoeng buka sedari pukul 07:00-16:00 WIB. Tempatnya prasmanan dan buka lagi jam 17:30-24:00 WIB menjadi sebuah angkringan. Tempat kulineran ini buka sejak 20 Desember 2014, termasuk baru tapi sudah cukup ramai pengunjung tiap harinya. 
Wedangan Kampoeng pagi hari menjual banyak hidangan prasmanan, mulai nasi putih, nasi merah, masakan berkuah: opor, rica-rica, digoreng: ayam, ikan, telur, tahu, tempe, gorengan, dibakar: ayam, ikan, osengan, sayur, daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, gorengan, dan banyak macam masaknya. Ada juga beberapa cemilan manis di pagi hari seperti dadar gulung, pisang aroma, ketan. 
Sedangkan setiap sore jam 17:30-24:00 WIB, Wedangan Kampoeng berubah menjadi angkringan yang berbeda dengan angkringan pada umumnya, lebih terlihat menarik dan bersih tentunya. Ada banyak jenis menu makanan disini, khususnya sate-satean seperti sate daging ayam, sate usus, sate bakso, sate telor, sate kerang, sate tempe, sate tahu, sate brutu, sate kikil. 
Ada juga gorengan, ada berbagai macam bungkusan nasi seperti nasi uduk, nasi bakar, nasi menggono, nasi kuning, nasi tempe, nasi sambel teri, nasi sambel terong, nasi ati, nasi bandeng, ada pula makanan manis seperti ketan dan klepon, serta ada makanan berat seperti nasi goreng, magelangan dan mie goreng/nyemek. Harganya sangat terjangkau walaupun lebih istimewa dibanding angkringan lainnya.

Kami sendiri memilih di gubuk yang kebelakang lagi tempatnya. Bahkan harus melewati jembatan yang dibawahnya terdapat aliran sungai. Tapi ini keren banget, airnya bersih dan bagus jadi pemandangan disaat makan.


Baca juga : Bebek Buma, Bebek dengan Bumbu Madura, Rasanya Joss Bangettt...


Ini salah satu tempat yang kami pilih. Sengaja memilih dibelakang. Selain luas bisa melihat pemandangan sekitar juga. Dan banyak juga tempat-tempat yang sudah di booking.


Ini dia makanan yang aku ambil tadi, itu nasi merah yang aku pilih. Dan minumnya es teh, lagi pengen meskipun masih pagi. Harganya aku kurang tahu, soalnya dibayarin sih.. stttt  ^_^ Rezeki anak kost..hehe. Tapi menurut pak Akhmad yang sudah kesini juga bawa uang Rp.20.000,- cukup pake banget.


Sembari makan sekalian meeting, dan aku selalu bawa buku diaryku. Dan kebetulan waktu itu bawa yang kecil, biar mudah dan simple.


Masih penasaran lauk apa saja yang aku ambil. Nih aku zoom makanannya. Ada nasi merah, kering tempe, mie, telor dan gorengan (tempe).


Oh, ya, buat kalian yang mau datang ke wedangan kampoeng, datang aja langsung ke alamat dibawah ini.

Jalan Kaliurang KM 12,5, Ngaglik, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Demikian ya, #DiaryKuliner kali ini, semoga informasi yang tempatnya bernuansa jawa tempo doeloe ini bisa kalian datangi juga. Kalau ke Jogja berkabar aja, siapa tahu mau ke wedangan kampoeng ini. Aku siyap ikut ^_^

Apakah tempat ini cocok untuk KOPDAR BLOGGER?

184 komentar

  1. Seharusnya tidak perlu ada larangan atau tulisan membawa makanan dan minuman dari luar. Jadi terkesan gimana gitu.
    Hati jadi kurang sreg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana, memang sih aku aja kalau lagi ke tempat makan suka gitu bawa entah itu aqua gelas atau aqua botolan. Kalau dilarang kan gimana ya..hehe
      Kurang sreg dan nggak bebas ya, Mas?

      Gimana kalau menurut yang lainnya ya?

      Hapus
    2. Kalau saya biasa bawa botol minum, seringnya sih gpp, krn alasan aja buat anak, tapi gk tau kalau di tempat ini hehe

      Hapus
    3. Suasananya tradisional, begitu pula makanannya ya, buat makan2 sama keluarga enak nih kyknya lokasinya :D
      Duh jadi pengen jg nih ngrasain makanannya :D

      Hapus
  2. mantap benar rekomendasi mas andy kali ini suasananya itu lo kemudian ditambah tempt makannya lebar dan panjang nian ,Yogya di lawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, bawa keluarga juga sangat cocok, Mas.
      Terlebih kalau mau rapat-rapat, untuk kopdar asik juga ya, Mas..he

      Hapus
  3. tempatnya bener-bener tempo dulu bgt ya gan, makanya jugs asik sambil di teras gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas.. apalagi kalau ngajak teman-teman, pasti lebih seru :)

      Hapus
    2. iya makan bareng temen temen terus yg bayarin juga temenya alias makan gratis, pasti tambah seneng hehe :D

      Hapus
    3. Haha..itu mah bukan seru lagi, tapi asyikk..
      Nggak sih kalau ada rezeki tlaktir, kan bisa dapet pahala juga. Udah gitu teman yang di tlaktir pasti seneng..he

      Hapus
  4. Wah pasti asik ya mas, tempatnya gak moderen jadi lebih adem

    BalasHapus
  5. Baru jam 9 udah rame gitu. Udah bisa gue pastiin itu enak bannget. Apalagi liat tempatnya kayak gitu mas. Hehe

    Baca di minggu pagi kek gini, jadi makin laper. Maklum, belum sarapan. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Enaknya pake banget, udah gitu tempatnya adem lagi..
      Sarapan dulu atuh, baru baca lagi :D

      Kalau ke Jogja nanti coba mampir ke tempat ini, Mas..

      Hapus
    2. Kapan ya maen ke jogja lagi. AH, rindu! :D

      Hapus
    3. Berkabar aja, Mas. Kalau ke Jogja. Biar bisa silaturahmi nih..

      Hapus
    4. HAHAHA. Iya, mas. Insyaalaah! Tapi ya entah kapan nih. wkwkw

      Hapus
    5. Yang penting niatin dulu. Siapa tahu dalam waktu dekat ini ke Jogja kan..hehe

      Hapus
  6. penyetan terong, ueeenak tenan...
    selera saya itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pengen lagi, Mas kalau lihat makanan itu..he

      Hapus
  7. Nah dari tempatnya aja udah suasana kampung yang kekeluargaan banget tuh. Ga pake kursi, tapi dihamparintikar aja. Jadi anak-anak kalau makan bisa smabil lari-larian xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw.. iya tuh anak kecil kan kalau makan suka gitu. Suka gitu ya :D
      Kalau di tempat ini memang cocok kalau ajak keluarga..

      Hapus
  8. Tempatnya asyik sekali itu. Terus terasa sejuk nan segar, damai dan berasa ayem dan tentrem. Hmm.. wedang ronde, aku sudah lama tak menikmatinya. Jadi pengen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, memang sejuk terlebih kalau masih pagi-pagi..
      Kalau ke Jogja cobaina aja ke Wedangan Kampung. Ajak keluarga biar lebih seru..

      Hapus
  9. Wahhh enak banget ya mas, apalagi siang siang gini makan disana pasti seru banget.. Wahhh kalau kemana mana pasti aku bawa makanan sama minuman nih baut jaga jaga sih kalau misalnya disana gak ada yang jual atau menyediakan, tapi kalau dilarang bawa makanan, biasanya kalau gak diperiksa ya aku bawa kedalem, yang penting kan gak dibawa di tangan, saya sandang di tas kok makanannya haha..

    yang penting gak ketauan :D wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti, cobain deh, Mas kesana kalau lagi weekend, pasti yang datang rame..he
      Tapi bener juga sih, aku juga gitu, paling enggak bawa minumlah, karena kalau pergi ke tempat wisata misalnya udah pasti harganya mahal-mahal..he

      Iya di tas aja, kan nggak ketauan, tau-tau udah abis dimakan :D

      Hapus
  10. Konsepnya ala Ndeso kayak gini, apik suasananya.
    Kayak digiring ke masa simbah-simbah kita dulu.

    O, mas Azzet itu dosennya mas ya ?.
    Aku ingat namanya karena pernah mampir berkomentar di artikelku.

    Keren, dosen & mahasiswanya sama2 blogger ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Suasana yang berbeda membuat nyaman disaat makan. Terlebih bagi yang pernah merasakan hal semacam gini itung2 nostalgia ya..hehe

      Bukan, pak Azzet itu guru saya dilaur, guru kehidupan..he
      Guru dalam tulis menulis juga :)
      Ya bisa disebut dosen juga ya, Mas..he
      Dosen kehidupan..

      Nanti kalau mas Himawan ke Jogja sekalian ketemuan aja sama pak Azzet juga..

      Hapus
  11. kalau menurut saya hampir seperti angkringan ya mas, menunya ada berbagai macam gorengan.

    Kalau pulang kuliah saya biasanya selalu nongkrong di angkringan bareng teman-teman. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik tuh, nongkrong disaat lelah, apalagi diangkringan, beuh nyantai banget ya, Mas..hehe

      Iya sih sekilas memang seperti angkringan, apalagi di jaman sekarang ini angkringan sudah banyak yang konsepnya seperti itu..

      Hapus
  12. mau tanya nih, itu gmana cara ijin ambil foto mbak yang pake baju kuning itu, hehehe.., btw sepertinya kudu mampir nih klo pas ke jogja..,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini malah tanya yang lain..wkwk
      AKu sendiri nggak izin, asal ambil aja, kebetula waktu itu asal cekerek lho. Maksudnya sembarang foto waktu antri disitu, soalnya yang antri dibelakangku juga banyak, Mas..he

      Kalau mau ketemu langsung ke Jogja dulu ya, nanti makan di Wedangan Kampoeng deh..he

      Hapus
    2. dari malioboro jauh ga nih??, daerah kali urang ya klo aku baca blognya, ga pernah main daerah situ, palingan malioboro pasar bringharjo, hehehe

      Hapus
    3. Lumayan jauh, Mas..
      Ini di daerah kaliurang, KM 12. Kalau penasaran, coba searching lewat google maps, biar tahu jaraknya berapa KM dari Malioboro..

      Hapus
  13. Puas2in makannya Mas mumpung ada Pak Bos...hehehe.

    Untung saya ngk ada disana klu ada, saya mau nebeng, hehehe.... :)

    Sebab suasananya itu loh....bikin nafsu makan jadi kambuh,apalagi boleh ambil sendiri.... Makyuzzz dah... :)

    Tapi klu hujan gimana yach...? Ngacir dilesehan yach.

    Sepertinya Job didunia nyata Mas Andi cukup kereennn yach... Ikutan mas.. ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu udah puas, Kang. Bisa sih kalau mau nambang. Tapi udah kenyang..he
      Kuy atuh kang Nata ke Wedangan Kampoeng, biar saya bisa sepuasnya, Kang Nata yang bayarin, *Eh, wkwk

      Untungnya nggak ada ya, Kang..hehe
      Nah itu, suasana yang berbeda terlebih seperti tempo doeleo gitu, jarang sekali sasat ini ditemukan, makannya sangat asik dan betah pokoknya...he

      Kalau hujan pilih yang tempatnya di dalam aja, Kang..
      Hehe.. sini mampir dulu ke Jogja, Kang..

      Udah diobatin belum, Kang. Nasfu makannya, katanya kambuh :D

      Hapus
    2. belum diobati Mas, nunggu Mas Andi ngajak Makan bareng....hahahah.

      Tapi kayaknya enak makan diluar yach mas....lebih santai dan sejuk. :)

      Hapus
    3. Haha.. mau ketemuan dimana, biar saya ampiri, Kang :D
      Betul, lebih sejuk dan bisa menikmati semilirnya angin spoi-spoi..hehe

      Nanti kontak kalau udah di lokasi ya, Kang. Nanti saya ampiri kesitu :D

      Hapus
  14. Belum pernah ke sini dan jadi pengen setelah mbaca postingan ini. Suasananya asyik ya Ndi.. adem, berasa makan di kebun.

    Lapang juga kayaknya. Jadi klo ngajakin anak yang hobinya lari2an kayaknya leluasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, seperti di alam gitu, udah gitu aliran air di sungainya itu bikin adem, udaranya juga seger.. Nggak kebayang kalau habis subuh disitu pasti lebih seru lagi..

      Bisa banget, Teh. Apalagi kalau ada temannya itu anak, lebih seru lagi pasti..hehe

      Hapus
  15. Sleman ya jauh dari kota Pahlawan
    es tehnya itu digambar bikin pengin sruput segar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. segar ya, Mas. Terlebih disaat siang hari.

      Hapus
  16. Wah mau pilih makan di dalam atau di luar, di gazebo tampaknya kedua pilihan sama-sama menyediakan keunikan ya, .... mungkin kalau ada kesempatan untuk menikmati kuliner di Wedangan Kampoeng aku pilih di luar aja deh asyik di gazebo, hehe ..., oh ya terima kasih sarannya ya Andi Nugraha, in syaa Allah diterapkan di postingan selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Teh. Boleh tuh, niatin aja dulu, Teh. Semoga kesampaian ya..
      Oh gitu, nanti coba saya meluncur ke blog teh Maya lagi..
      Makasih ya..

      Hapus
  17. itu foto dalem rumah termasuk arsitektur, kursi, sampe lampunya..
    Bikin inget rumah nenek di desa doloe.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Wedangan Kampoeng sekalian nostalgia, Mas..hehe

      Hapus
    2. Iya, pasti mau nggak mau jadi bernostalgia sama suasana desa.. haha

      Hapus
    3. Nah itu, tapi asik sih, secara udah jarang sekali tempat seperti itu. Lebih pagi lebih adem disitu..

      Hapus
  18. Kang Andi,, prasmanan yaaaa enak banget bisa ngambil nasi sepuasnya.. Apalagi yang suka makan besar tu bisa ambil nasi sepuasnya yaaa.. Spotnya keren2 ya kak Andi buat foto2.. Gaya nih kakak satu ini jalan2 terus kapan ajakin donk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, prasmanan emang juara, kurang tinggal tambah ya, Teh.
      Ke Jogja aja, pasti banyak spot yang bisa dikunjungi..he

      Hapus
    2. nah bener.. apalagi yang suka porsi besar hehehe.. Pengen nih nuunggu libur kerja dlu kang Andy.. Kalau saya kesana kang andy jadi penerima tamu yaaaa wkwkwkw

      Hapus
    3. Wkwk.. kalau sempat dan lagi longgar nanti tak ampiri, Teh. Biar bisa silaturahmi juga..

      Liburannya kapan nih? hee
      Liburan lebaran ya? :)

      Hapus
  19. wah.. asik banged nih. saya dari dulu pengen nyari tempat yg kayak beginian di daerah saya. tapi kaga ada.. hanay event2 tertentu saja.

    keren banged padahal.. bisa bernostalgia ria.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu. Kalau ke Jogja kapanpun selalu ada, tinggal datang aja ke Wedangan Kampoeng. Setuju, bernostalgia sembari makan itu sangat menyenangkan..

      Hapus
    2. wedangan kampoeng.
      mantep bang andi..
      lebih kece klo setiap titik kota ada ginian y bang.. semoga di tempat saya segera menyusul.^^

      Hapus
    3. Aamiin..
      Betul juga sih, terkadang udara dan suasana perkotaan yang kental akan kendaraan. Butuh juga tempat-tempat makan yang sepert ini.

      Semoga diberbagai kota nantinya bisa ada ya, Mas..

      Hapus
  20. pertama lihat foto2nya langsung terkejut ternyata makan2nya berada di tempat terbuka. kalau pagi pasti udaranya seger banget nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Terlebih tempatnya kita bisa tentukan mau diluar atau di dalam. Aku sendiri sih dimanapun oke, tpai lebih asik lagi dilaur, di gazebo atau yang lainnya. Sekalian menikmati sejuknya udara disitu..

      Hapus
  21. Wedeww.. enak banget kang.. suasananya, jadi pengeenn.. makan di alam terbuka sambil mancing di empang... makjleb pisan kayaknya deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. kuy kang agendakeun lah. Mancing, terus cuang makan-makan.
      Undang we para blogger :D

      Hapus
  22. Alhamdulillah
    datang lagi ke blog ini
    mau ucapkan terima kasih untuk sarannya di blog jejak maya
    izin ambil linknya ya buat postingan baru

    barrakallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mangga, Teh. Cantumkan aja..
      Nanti coba saya main lagi ya kesana..he

      Makin keren jejak maya, sukses selalu ya, Teh..

      Hapus
  23. Bawa 20 ribu cukup..? Wah, harus didatangi ini kalau ke Jogja. Tempatnya nyaman, menu sedap dan harga mantap...Lengkap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cukup, Teh. Bawa lebih juga nggak apa-apa, buat jaga-jaga, siapa tahu mau bungkus..hehe

      Hapus
  24. Jogja emang trkenal dengan kulinernya. Di kota saya Samarinda, sudah banyak angkringan ala ala Jogja, makanan Gudeg juga.
    Nah tinggal tunggu tanggal rilisnya Wedangan Kampoeng bisa ada di Samarinda hahaha aku jamin 100% RAMAI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu. Baru tahu malahan..
      Berarti secara nggak langsung yang ada di Samarinda kalau lagi kangen akan masakan Jogja seperti gudeg atau angkringan bisa beli disana ya. Keren..

      Pasti sih, aku sendiri Wedangan Kampoeng ini nggak tahu cabangnya dimana aja, kalau bisa di setiap kota malah keren ya..

      Hapus
  25. kenapa ga boleh bawa makanan dari luar? karena banyak kasus yang misalnya kaya keracunan dan paling parah kasus kopi sianida itu ndi. Yang disalahkan adalah pemilik tempat, padahal makanannya dr luar. Kalo dari luar kan gak tahu higienis atau enggak dll. Jadi, bukan hanya krn tempat makannya sih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu, baru tahu malah aku mah. Save-save nih buat pengetahuan kalian juga yang sedang baca komen-komen di Diary Mahasiswa yang ini ya..

      Mungkin sebagian orang belum tahu aja, Teh kenapa alasannya. Jadi larangan itu dibuat bukan hanya sekedar di buat-buat aja ya..

      Hapus
  26. meski nggak boleh bawa makanan dari luar tapi tempatnya betul-betul indah mas andi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Bikin betah kalau ke sini, Mas..

      Hapus
  27. asik banget suasananya, asri dan adem. Pengen juga deh kadang review restoran seperti ini. Tapi emak-emak rempong kalau datang ke resto keburu kelaperan dan harus nyuapin anak juga :P *lah jadi tjurhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. sama sih saya juga kalau udah laper gitu, Teh.
      Tapi amat sangat disayangkan kalau nggak sembari mengabadikan foto untuk dijadikan diary :)

      Nah habis nyapin anak langsung foto-foto aja, Teh :P

      Hapus
  28. suasananya adem, khas ndeso, njoglo, baiknya lagi kalau penyajiannya pake alas daun pisang atau piring seng zaman dulu, jadi terasa benar benar kembali ke masa lalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, pasti lebih khas lagi ya, Mas..
      Tapi dengan adanya piring bambu juga jadi nggak ribet, maksudnya dibandingkan piring bling kan kalau kotor harus dicuci ya berbeda aja sama piring dari bambu..he

      Hapus
  29. Asyeeek banget tempatnya .. luv it !
    Suasana ruang terbuka dengan bangku2 kayu di tengah hamparan hijau alam.

    Arrrggghhh .. ituuuu jejeran baskom2 wadah masakan .. kagak nahaaan.
    Lapaaarrr .. cicipin semuaa. Uenaak tenan.

    GREAT SHOT bro...

    noted, wanna be there next insyaallah !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbeda dengan yang lain ya, Teh. Bikin betah memang saya yang pertama kali kesana juga pengen balik lagi untuk bisa makan disana..he

      Silahkan-silahkan, ambil dan pilih, Teh.. :D
      Semoga bisa ke Wedangan Kampoeng juga ya..

      Hapus
  30. Tempatnya asyik dan nyaman bngat, makannanya juga tak kalah menggoda.

    BalasHapus
  31. Asyik makan bareng-bareng di situ, Mas Andi, dua kali saya ke Wedangan Kampoeng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru sekali nih, Pak.
      Kapan-kapan ajak saya kesana lagi, Pak. Biar ke-3 kalinya..hehe

      Hapus
  32. Kalau saya malah sering bawa makan sendiri khusus buat anak2, kalau ada larangan gitu sih cuekin aja kecuali diusir..hehe. Tapi tempatnya nyaman banget kelihatannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk.. kalau buat anak sih emang iya, aku rasa anak kan nggak semuanya sama makanannya sama ornag dewasa. Terlebih kalau anak masih kecil..

      Kalau pengen tahu langsung, coba kalau ke Jogja datang ke Wedangan Kampoeng aja..he

      Hapus
  33. Suasananya itu loh, bikin kangen masa lalu. Bakal betah deh makan disini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Wedangan Kampoeng sekalian makan sembari nostalgia ya, Teh..he

      Hapus
  34. Wah bikin saya terinspirasi
    Bikin usaha Tempatnya bernuansa tempo dulu tapi indah sekali
    Walau cuma jual kopi
    Sepertinya memikat hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tuh, kalau tempat ngopi suasananya gitu, pasti yang datang jadi betah berlama-lama dan nambah lagi gelas berikutnya..hehe

      Hapus
  35. "kecuali ga ketauannya" itu yang ga nahan mas hehehee.. Suka deh dengan suasana back to nature nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, masukin tas aja, diem-diem..haha
      Tapi kemarin waktu kesana belum lihat orang yang bawa makanan dari luar juga sih, nggak tahu juga kalau ada yang diem-diem :D

      Hapus
  36. Wah, boleh juga ini besuok kalau ke jogja lagi semoga tak lupa kesini..suasana asri seperti dirumah sendiri..btw sala. Kenal dari purworejo

    BalasHapus
    Balasan
    1. List aja, Pak. Biar nggak lupa untuk datang ke Wedangan Kampoeng :)

      Hapus
  37. Mantap lah kalo buat kopdaran. Tp ya itu, ada sedikit 'rasis' pada makanan dan minuman dari luar.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, tapi untuk acara mendadak kalau kumpul bisa dijaikan alternatif ya, Mas..he

      Hapus
  38. Sekarang ini hal-hal yang berbau jadoel malah jadi kekinian banget ya mas :D
    Entah sedang bosan dengan modernitas atau nostalgia itu asyik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, aku rasa sama-sama sedang trend sih, dan ada peminatnya tersendiri, aku melihat untuk yang modern lebih pada malam hari, untuk jadoel pagi lebih enak..hehe

      Hapus
  39. sekali tengok, suasananya macam makan di kampung daun, bandung... ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu. Saya malah belum tahu kampung daun yang ada di Bandung.
      Next kalau ke Bandung bisa aku cari nih..

      Hapus
  40. Nasi merah itu bikin lama kenyang ya? Jadi nggak cepet laper gitu.

    Baru tau wedangan artinya minuman hangat. Jadi wedang jahe sachet itu jahe hangat toh. Ilmu baru. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu sih, aku rasa nasi merah atau nggak sama-sama lama kenyangnya, tapi nggak tahu nih soalnya belum sering makan nasi merahnya.. :D

      Iya, jadi baiknya diminum disaat hangat, biar enak diperut..hehe

      Hapus
  41. Tempatnya enak bgt kelihatannya, makanannya juga ciamikk, jd pengen kesini hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuykuen, Kang. Kalau bisa mah pagi-pagi aja, jadi masih segar dan tentunya udaranya sejuk kalau pagi..

      Hapus
  42. Tempat makannya classic, bikin asik buat nyantai sambil menikmati hidangan.

    BalasHapus
  43. mampir lagi di wedangan kampoeng hehe, walau cuma lihat gambarnya tak apalah wedangan kampoeng di diarymahasiwa, siapa tahu bisa turun mampir sungguhan nanti di tkp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga ya, Teh. Ajak teman-teman biar lebih seru..
      Berkabar aja, siapa tahu bisa ikut makan kalau ke wedangan kampoeng :D

      Hapus
  44. terlepas dilarang membawa makanan dari luar...
    benar-benar tempat kuliner yang layak dikunjungi bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, udah tempatnya enak, prasmanan lagi. Enak lah pokoknya.
      Kapan-kapan cobain aja, Mas..

      Hapus
  45. Duh kalau saya mau mampir ketempat makan yang seperti ini udah down duluan takutnya mahal he h ehe kecuali ada tulisan harganya baru berani he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak mahal kok, Mas. Kalau untuk jaga-jaga bisa juga tanya harga dulu sebelum ngambil. Nggak usah malu..Hehe
      Saya rasa untuk porsi standar nggak mahal kok..

      Hapus
  46. Tempatnya asyik ya..
    kalo kyak gini mah betah lama2 juga..makan nya pelan pelan aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul
      tempatnya kayaknya nyaman

      Hapus
    2. Iya, Mas. Pelan-pelan. Kalau udah keburu laper cepetin juga boleh. Masih betah?
      Tambah lagi aja..hehe

      Hapus
    3. Bukan kayaknya kok, Mas. Saya yang udah kesana emang nyaman..hehe
      Pengen kesana lagi dan berlama-lama :D

      Hapus
  47. Jadi pingin nyoba nasi merahnya, soalnya jarang yg menyediain nasi merah.. Oiya tu nasi merahnya, lebih enak yang dari nasi putih gak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, emang jarang yang menyediakan nasi merah. Makannya waktu itu aku makannya nasi merah..hehe

      Bedanya gini, misalkan kita ambil nasi merah dan putih dengan porsi yang sama. Beras putih mengandung 242 kalori, 4.4 gram protein, 0.4 gram lemak, 53.2 gram karbohidrat, dan 0.6 gram serat.

      Sedangkan beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

      Itu sih yang aku tahu..he
      Kalau penasaran, bisa langsung cobain aja..hehe

      Hapus
  48. Jadi pingin nyoba nasi merahnya, soalnya jarang yg menyediain nasi merah.. Oiya tu nasi merahnya, lebih enak yang dari nasi putih gak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, emang jarang yang menyediakan nasi merah. Makannya waktu itu aku makannya nasi merah..hehe

      Bedanya gini, misalkan kita ambil nasi merah dan putih dengan porsi yang sama. Beras putih mengandung 242 kalori, 4.4 gram protein, 0.4 gram lemak, 53.2 gram karbohidrat, dan 0.6 gram serat.

      Sedangkan beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

      Itu sih yang aku tahu..he
      Kalau penasaran, bisa langsung cobain aja..hehe

      Hapus
  49. tempatnya asri banget ya, oh iya.. saran nih mas, kalau sempat fotoin harga menu juga dong hehehe ^^)v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Next kalau kesana lagi ya, Teh.
      Saya juga belum tahu ada atau nggak ya, soalnya kemarin dibayarin sih, jadi nggak tahu..wkwk

      Hapus
  50. Wah unk ya tempat wedangan kampoeng ini.. Aku seneng lihat menu-menunya mas Andi. buat kongkow makan atau ngemil sambil minum wedang ronde.. Asyik banget tuch..! Ruumah makanya dengan konsep pagi dan malam berbeda.. eksterior nya juga bagus.. Siip..!
    Ntar kalau ke Yogya aku pingin mampir ke Wedangan Kampoeng..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, bukan cuma asik tapi bikin betah ya. Cocok ajak teman-teman atau keluarga biar makin seru..
      Harus, di catet aja dulu, di list nanti baru di coret setelah pulang dari Wedangan Kampoeng.. :)

      Hapus
  51. Menu begini yang suka bikin saya bingung. Pilihannya banyak dan kelihatannya enak semua. Jadi, bingung hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener sih, saya juga suka bingung kalau dihadapkan menu yang macam ginian. Rasanya pengen semua diambil. Tapi kok pasti nggak abis nantinya :D

      Intinya kalau menu dan tempat seperti ini jadi makin betah dan kalau sering-sering kesini juga nggak bosen karena banyak menu pilihannya..

      Hapus
  52. enak-enak semua makanan..

    tempat pun kelihatan nyaman..

    mau guna coba ..

    in shaa Allah bila sudah kaya dan sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa nyicip ya, Mas. Kalau ke Jogja berkabar aja nanti ke Wedangan Kampoeng biar nggak penasaran..he

      Hapus
  53. Balasan
    1. Makan, Mas..he
      Kalau ke Jogja boleh mampir ke Wedangan Kampoeng lah. Biar tahu rasa dan suasananya..

      Hapus
  54. Suasananya sangat nyaman dan kelihatan segar. Tak heran jika ramai pelanggan tempat makannya juga instagramable menurut saya hehe. Saya sudah banyak menemui tempat makan yang ada prasmanannya. Tapi buat untuk wedangan kampoeng sejauh ini belum pernah. Hehehe dalamnya bagus....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, instagramable dan bikin betah. Makannya banyak orang yang datang, udah gitu tempatnya luas, jadi kebanyakan yang datang juga nggak tanggung-tanggung. Sekeluarga, dan ada juga orang-orang yang reunian gitu, tinggal sewa tempat yang lebih luas..

      Lain kali kalau ke Jogja bisa mampir ke sini, Mas. Biar tahu juga..he

      Hapus
  55. WAh mantep tuh pas siang-siang nongkrong di gazebo itu ya gan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Enak dan bikin betah tentunya. Coba aja kesana kalau lagi ke Jogja, Mas..

      Hapus
  56. wahhh asik ya, apalagi tempatnya terbuka gitu. kalo pagi-pagi buat nongkrong2 pasti seger dan asri udaranya. ohiya mas, btw kalo ga ada mba2 baju kuning, berarti gratis dong makannya. wkwkwj

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, kalau pagi masih seger dan asri. Pagi itu jam 9.an juga masih seger kok. Apalagi kalau lebih pagi, pasti lebih sejuk tentunya..

      Wkwk..pengennya itu mah..
      Pasti ada yang lain yang jaga kalau nggak ada yang pake baju kuning, Mas :D

      Hapus
  57. Suasananya sepertinya nyaman banget itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan sepertinya, Mas..hehe
      Tapi memang nyaman, cobain deh makan disitu..

      Hapus
  58. Enak ya tempatnya. cocok untuk keluarga. Suasananya kayaknya enak. pas buat acara ulang tahun, reuni, atau acara lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Iya tuh waktu itu aja banyak yang reuni di tempat ini.
      Selian nyaman cukup luas juga tempatnya..

      Hapus
  59. Walah, pas baca alamatnya kok adanya di Jalan Kaliurang. Mau mampir ke arah "utara" sana kok ya jauh banget. *halah alesan basa-basi doang ini hahaha*

    Tempatnya luas banget kayaknya mas. Tak kira cuma warung biasa gitu. Ternyata ada gazebo, kolam ikan, sama kalinya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang jauh, Mas. Apalagi ini di KM 12..

      Iya, luas dan nyaman tempatnya. Makannya parkiran mobil aja sampe penuh gitu..

      Hapus
  60. Wah aku baru tau wedangan kampoeng ini mas, btw buku diarynya kok lucu banget.. Mauu doong mauuu, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau nanti aku pake apa, takut kebaca isi dari buku diarynya :D
      Nah sekarang kan udah tahu, jadi kapan Wedangan Kampoengnya?

      Hapus
  61. ahhhhh kenapa kemaren gak ajak akuh ke tempat ini ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh, Kang..he
      Ini ada di Kaliurang soalnya..
      Next lah kalau ke Jogja lagi, kesini biar tahu ya..

      Hapus
  62. kalau lokasinya di daerahku, jadi tempat favorit nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik buat makan sembari ngeblog ya, Mas..

      Hapus
  63. Jadi laper liatnya mas.
    Btw, rasa nasi merah itu gimana mas?
    Lebih enak mana ama nasi putih yang biasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana ya, aku rasa sih sama aja, Mas. Sama-sama enak..he
      Bingung aku mendeskripsikan rasanya..

      Misalkan kita ambil nasi merah dan putih dengan porsi yang sama. Beras putih mengandung 242 kalori, 4.4 gram protein, 0.4 gram lemak, 53.2 gram karbohidrat, dan 0.6 gram serat.

      Sedangkan beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

      Itu sih yang aku tahu..he
      Kalau penasaran, bisa langsung cobain aja, Mas..hehe

      Hapus
  64. Konsep alam dipadu dengan sisi classik, sama kayak muka gua, rada clasik tempo dulu, istilahnya versi linux ckck, mantap tempatnya keceh badai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih? Cocok sepertinya kalau ke Wedangan Kampoeng, Mas..hehe
      Keceh badai memang, terlebi kalau pagi hari pasti lebih kecjehhh..

      Hapus
  65. Nuansanya, jadi rasa-rasa idul fitri yang ketemu keluarga besar, trus makan bareng.. bayanginya pingin segera pulang kampung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..bentar lagi Ramadhan, Idul Fitri, pasti pulang kampung deh. Kalau di kampung bisa bebas makan ya, Mas..hehe

      Hapus
  66. Tempatnya bagus dan nyaman juga tuh kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, terlebih kalau ajak sahabat, ataupun kelaurga. Cocok banget tempatnya..

      Hapus
  67. Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Peringatan ini sungguh lucu, gimana dengan anak bayi atau kecil yang butuh minum, pasti kan bawa minum ya. Tulis dibawahnya mas, kalo gak ketahuan gak apa-apa, hahaha...

    Tempatnya sejuk banget, tapi selalu ramai ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawabnya saya jawab dari salah satu komentar diatas ya, Mas.

      *Ini : kenapa ga boleh bawa makanan dari luar?
      Karena banyak kasus yang misalnya kaya keracunan dan paling parah kasus kopi sianida itu. Yang disalahkan adalah pemilik tempat, padahal makanannya dr luar. Kalo dari luar kan gak tahu higienis atau enggak dll. Jadi, bukan hanya krn tempat makannya sih.*

      Iya sih kalau menurut saya juga kalau nggak ketahuan nggak apa-apa. Apalagi seperti saya kemarin bawa tas :D

      Kalau anak kecil sih saya rasa nggak apa-apa bawa, terlebih kalau masih bayi. Kan nggak semua makan yang dijual disitu ada yang dikhususkan untuk bayi..

      Hapus
  68. Tempatnya yang didalem berasa banget pedesaannya, apalagi kursinyaa. Jadi pengen pulang ke rumah nenek hehe

    kayanya seru buat rapat-rapat digazebonya bisa private gitu gak campur lain-lain. sayang saya gak di jogja huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..dirumah nenek gitu ya suasananya?
      Semoga pas ke Jogja nanti bisa mampir ke Wedangan Kampoeng ya..

      Hapus
  69. wuaaaaaaaaaaa foto yang paling atas bisa GAGAL FOKUS ini
    kecee uhuiiiiiiiiiiiii

    BalasHapus
  70. Dulu hampir setiap minggu diriku mampir ke sini untuk sarapan bareng keluarga.. maklum, cuma 500m dari rumah.. pilihan menu juga menurutku banyak dan tempatnya asik buat nyantai... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu, wah deket ya kalau gitu. Saya cukup jauh dari daerah Krapyak, Mas..he
      Betul, banyak juga yang datang untuk reuni di wedangan kampoeng..

      Hapus
  71. Wah keren ya tempatnya, benar-benar dibuat seperti tempo duly...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Wajar saja kalau setiap harinya rame pengunjung yang makan disitu..

      Hapus
  72. kerenn banget tempatnya, cocok kaya nya buat kumpul-kumpul bareng keluarga atau teman"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok banget, buat reuni juga cocok, karena tempatnya yang luas juga.

      Hapus
  73. Minum wedangan cocok pas lagi hujan deras ya jadi ga keringetan wkwkwkwk aku agak sulit minum panas2 karena mudah gerah 😆😆😆 biasanya makan berat dulu nanti penutupnya wedang hangat ajalah jgn panas2 kecuali kalau belum makan. Biasanya wedang enak ditemenin camilan setengah berat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh.. Malam hari lebih enak anget ke badan..
      Wedangan anget mah buat nemenin nulis aja ya, Teh. Terus ditemenin cemilan deh :D

      Hapus
  74. wah, tempat makannya enak banget mas.
    asyik tuh buat kopdar atau buat acara yang rame ya.
    kalo mau ada acara di sana, minamal pesan berapa pax mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, acara keluarga cocok, reuni atuapun kopdar juga bisa.
      Saya kurang tahu sih, Teh. Soalnya belum pernah. Tapi sepertinya gak ada minimal pesanan deh. Soalnya tempatnya luas juga.

      Hapus
  75. makanan ala kampung itu selalu paling josss kok ;p. aku sendiri juga seneng kalo udah nyobain makanan khas kampung gini... ingetin ama masakan rumahan mama :). Aku catet dulu infonya mas.. kalo kapan2 ke jogja, aku kunjungi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, Teh. Kalau ke Jogja cobain makan di Wedangan Kampoeng.
      Betul suasananya bikin pengen balik, makan di rumah..he

      Hapus
  76. jadi penasaran pengen kesana nih mas,ngeliat suasananya yg terkesan damai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh tuh, Mas. Kalau ada waktu ke Jogja aja nanti sarapan di Wedangan Kampoeng :)

      Hapus
  77. udah lama banget pengen ke Jpgja dan belum terealisasikan hingga saat ini, semoga tahun depan bisa terwujud dan mampir kesini <3

    BalasHapus
  78. Keren juga nih tempat bisa ganti menu pagi dan malam yaa. Trus tempatnya enjoy banget

    BalasHapus
  79. Wah asik banget ya suasananya. Terasa alami dan segar. Dengan hidangan yang bikin lapar seketika. Paket lengkap

    BalasHapus
  80. Menunya menggoda selera sekali, tempatnya pun cozy ya buat ngumpul keluarga, ada gazebo2 gitu plus pemandangan yg memanjakan mata

    BalasHapus
  81. Suasananya sangat bersih dan asri ya. Buat nostalgia cocok banget nih. Reuni keluarga sambil menyantap masakan rumahan.

    Buat kopdar blogger ya lebih oke lagi. Apalagi kalau Andi yang mengundang kami...

    BalasHapus
  82. Kalau di Jakarta, larangan untuk membawa makan dan minum sudah biasa ada di beberapa tempat bermain, misalnya waterpark. Tapi, kalau di resto kayaknya belum pernah. Memangnya ada ya yang datang ke resto, tapi bawa makanan dari luar? :D

    BalasHapus
  83. Menunya biasa, tapi pemandangan dan suasana yg ditawarkan luar biasa..worth it!
    Bisa jd wishlist kalo ke Jogja lg nih..

    BalasHapus
  84. Wab menyenamgkan ypatnya..
    Bisa sambil bernostalgia nih..

    BalasHapus
  85. Suka banget sama tempatnya yang keliatan nyaman dan pastinya harga yang bersahabat lebih menarik hehe

    BalasHapus
  86. wahhh benar-benar wedangan kampung dengan suasana kampung yang nyaman yaa.. kayaknya kalau saya kesini bakal betah berlama-lama disini sampai warungnya tutup.
    hehehe

    BalasHapus
  87. Duuh itu terong kok bikin ngiler banget loh

    BalasHapus
  88. Nyam.. Nyam.. Kalau saya ke sana bisa pengin segala macem nih

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca diary Andi Nugraha kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar darikalian merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis.