Laper tapi Mager? Cobain deh Bebek Buma! Josss Banget..

Laper tapi Mager? Cobain deh Bebek Buma! Josss Banget..


ANDINUGRAHA | Hai sahabat diary, gimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya. Karena dengan sehatlah kita bisa melakukan banyak hal. Termasuk salah satunya membaca diaryku ini. Jangan lupa makan untuk tetap bisa menghadapi pahitnya kehidupan.

Btw, ngomongin makan. Kira-kira kalian lagi pengen makan apa nih? Pernah nggak sih ngerasain laper tapi mager (males gerak)? Kalau iya, cobain deh Bebek Buma. Nasi Bebek Madura Delivery Pertama di Indonesia!

Sebelum kepo lebih jauh sebelumnya aku mau cerita dulu, boleh?
Well, jadi gini. Akhir-akhir ini aku sering banget meeting di bebek buma. Entah ini dalam urusan buku ataupun bisnis. Kebetulan sahabat sekaligus guruku ini merupakan Co-Founder dari bebek buma. Jadi kalau mau kerja sama bisa hubungi beliau. Hendri Hariyanto, namanya. Aku biasa memanggilnya Mas Hendri.

Aku mengenalnya sudah lama. Berawal dari chat di facebook kemudian bisa bertemu, sharing dan sampai sekarang bisa kerjasama bareng.

Di tahun 2016 hingga awal tahun 2017 aku bekerja sama dengan Mas Hendri untuk menjual buku. Kalau tidak salah sampe ratusan buku lebih habis kami jual. Tepatnya lupa berapa eksemplar, yang jelas lebih dari 3 dus besar, selain menjualnya, kami mengurus agen dan resellernya.

Buku yang kami jual berjudul "Marketing Langit". Kalau kalian pernah melihat atau dengar buku itu, pasti tahu. Atau nggak kalian sudah punya. Selamat, kamu beruntung. Penulis buku ini bernama Kusnadi Ikhwani. Owner dari ayam geprek dan beliau juga mantan konsultan BAPENAS.

Saat ini kami sudah tidak jualan bukunya lagi. Bukan tidak mau, melainkan stok bukunya sudah tidak ada, alias belum cetak lagi. Tapi respon pemesan terus ada yang menanyakan. Ada yang sampe kecewa juga karena belum dapet bukunya. Ya gitu lah, semoga dilain kesempatan bukunya bisa dicetak ulang.

Kembali ke cerita makan tadi. Kalian suka bebek? Aku sendiri suka, tapi jarang sih makan bebek, kadang suka kecewa disaat daginnya alot atau keras gitu. Malam itu aku dan Mas Hendri kebetulan ada meeting di bebek buma 1. Sebelum pulang aku dikasih bebek buma satu porsi.


Coba deh, lihat aja dulu kemasannya kalau kalian pesan bebek buma dibawa pulang. Menarik bukan? Catet tuh nomornya diatas, siapa tahu mau pesen.

Oh, ya kalau kalian mau datang ke rumah makan Bebek Buma 1 ini. Datang saja ke alamat : Jalan Ki Penjawi No 28 Kotagede Yogyakarta

Coba perhatikan logo dari bebek buma dibawah ini. Khas banget dengan Madura. Perlu kalian tahu juga makanan khas Madura nggak melulu sate lho. Salah satunya ya ini, bebek buma, nasi bebek madura.


Foto ini aku ambil waktu itu malam hari, kalau tidak salah diatas pukul 22.00. Tepat setelah selesai aku meeting dengan Mas Hendri. Terlihat sepi? Memang, karena sudah tutup rumah makan ini.

Tempatnya kecil ya? Ya, karena bebek buma satu ini tempatnya sebuah garasi mobil. Tapi jangan salah, meskipun tempatnya nggak sebesar yang mungkin kalian kira. Tapi yang beli kesini rame juga lho. Bahkan para ojol (ojek online) juga sering datang. Demi para pelanggannya.


Kalian yang ada di Jogja juga bisa pesan pake go-food kok. Terlebih kalau lagi malas datang ke lokasinya. Bebek buma ini merupakan salah satu menu bebek dengan bumbu khas dari Madura. Rasanya mantap terlebih ada bumbu rujaknya. Sebenarnya yang dijual disini nggak cuma bebek, tapi ada ayamnya juga.

Waktu aku ditawarin suruh milih bebek atau ayam? Aku mencoba memilih bebek karena penasaran akan rasa bebeknya. Apalagi isinya, coba aku buka ya. tapi jangan pengen, lho :D

Inilah penampakan isinya, apa yang kalian pikirkan ketika melihat ini? Udah-udah, ketebak banget, laper kan. Ngaku aja :D


Isinya tentu ada nasi dan bebek dong? Betul, tapi selain itu ada lalapan, sambel ada dua. Pertama sambal bawang dan satu lagi sambal rujak. Pernah denger sambal rujak? Beuh, kemana aja nggak pernah denger.


Gini-gini, aku ceritain, sambel rujak ini seperti halnya rujak, ada pedasnya, ada asemnya. Jangan salah, kalau udah di cocol sama bebeknya campur nasi. Beuhhhh.. rasanya josss banget. Serius.

Awal mencicipi dengan gigitan pertama, memang rasanya enak. Beda dengan bebek-bebek pada umumnya. Jujur ini nggak alot atau keras daginnya. Bahkan sampe aku makan tuh tulangnya, nggak keras dan enak pula. Dan bener-bener terasa khas bumbu rujaknya. Berasa lagi makan di Madura langsung..hehe. Bebek buma ini bener-bener bikin nagih rasanya.

Harganya berapa? Untuk satu porsinya harganya mulai dari Rp.18.000,- Tapi kalau kalian mau makan di tempat langsung cukup membayar Rp.12.000,- saja. Murah bukan? Selain itu ada berbagai harga paketannya juga kok. Oh, ya, maaf ya aku belum bisa foto daftar harganya.

Itu kan foto waktu kamu makannya dibungkus bawa pulang, gimana penampilan atau porsi disaat dimakan di tempat, Ndi?
Tenang, pagi itu kebetulan aku ada meeting juga sama Mas Hendri, seperti biasa sebelum di mulai sarapan dulu. Bedanya pagi itu aku memilih ayam di bebek buma. Karena biar adil, jadi bebek dan ayam semuanya dicoba.

Untuk satu porsi dibawah ini sebenarnya nggak beda jauh dari foto sebelumnya yang dibungkus dibawa pulang. Hanya saja ini ayam goreng bukan bebek. Rasanya tetap sama josss.


Nasinya kok dikit, Ndi?
Memang porsinya segitu, tapi kalau kalian merasa kurang, ya tinggal pesan nasi lagi. Ayamnya kurang? Beli lagi..he

Sering meeting sama Mas Hendri karena memang ada beberapa project yang harus diselesaikan. Tempatnya nggak cuma di bebek buma 1 sih, kadang di bebek buma 2, kadang juga di Mr. Teto.

Mr.Teto siapa lagi, Ndi?
Jadi gini Mr.Teto itu sebuah tempat makan juga, masih satu management dengan bebek buma. Penasaran, buka aja di MrTeto.com. Sorry, aku belum bisa bahas Mr. Teto di diary kali ini. Next time deh, in shaa Allah.

Aku sendiri kalau meeting biasanya di buma 1 atau buma 2. Sama-sama nyaman sih, hanya saja tempatnya berbeda dibandingkan dengan bebek buma 1. Lebih besar? Iya, betul, dan tempatnya juga agak jauh dari buma 1.

Bebek Buma 2 ini beralamatkan di Jalan Damai No 3 Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta

Malam itu selain ada meeting dengan Mas Hendri di Bebek Buma 2. Di situ juga ada BUMACOUSTIK, live accousic. Seperti banner depan rumah makan buma 2 sudah tertempel.


Jadi buma coustic ini sebuah pertunjukan acoustic gitu. Jadi para pelanggan yang datang ke buma 2 ini selain bisa menikmati nasi bebek Madura, bisa juga menikmati alunan lagu yang khusus dipersembahkan untuk siapa saja yang datang untuk makan.

Sembari persiapan tes gitar, pelanggan juga perlahan makin banyak. Begitu juga abang-abang ojol (ojek online) datang silih berganti.




Di bebek buma 2 juga aku sempat merasakan menu bebeknya. Rasanya sama seperti di bebek buma 1. Tetap josss banget. Apalagi kalau bisa merasakan makan malam ditemani alunan acoustic. Pasti lebih nikmat.


Menggoda ya kalian lihat goreng bebeknya?
Oh, ya, di bebek buma ini ada juga menu Bekek Buma Patemon dan Bebek Buma Ratoh.

Bebek Buma Patemon (Nasi + Bebek Goreng Buma + Bumbu Belur Madura + Sambal + Lalapan).
Bebek Buma Ratoh (Nasi + Bebek Goreng Buma (UKURAN LEBIH BEASR) + Tempe + Tahu + Bumbu Belur Madura + Sambal + Lalapan).

Selain itu nasi bebek Madura ini menggunakan resep asli dari Madura, pemotongan daging yang sesuai dengan syariat Islam. Dan kualitas produknya juga terjaga. Setelah makan disini, kalian juga bisa bersantai terlebih dahulu, terlebih kalau ada buma cousticnya. Lebih seru tentunya.

Sembari menyelesaikan project, ditemani juga dengan kopi. Ya, kalian bisa pesen kopi juga disini.


Kalau lelah bolehlah istirahat sejenak sembari menikmati alunan lagu disini. Tapi buma coustic itu adanya malam, nggak sedari siang.


Nggak cuma aku aja yang mengabadikan foto atau video singkat disini, tapi orang yang datang juga banyak. Begitu juga dengan, Mas Hendri yang totalitas merekam untuk dokumentasi khsusus di bebek buma.



Sesekali boleh lah aku selangi dengan cek DiaryMahasiswa. Memang gitu sih, kalau aku lagi ngerjakan project, atau tugas. Suka banget mengecek blog. Kadang cuma lihat-lihat, kadang juga untuk approve komentar. Siapa tahu ada komentar dari kamu, iya kamu.


* * *
Oh, ya, kalau kalian mau lihat beberapa rekaman buma coustic malam itu, bisa dilihat dibawah ini ya:




Untuk saat ini sepertinya belum ada Buma Cousstic lagi, karena kemarin waktu aku meeting disana belum ada. Memang nggak setiap malam sih, tapi kalau untuk tahu, silahkan cek instagram bebek buma. Berikut alamat lengkapnya semua :

Bebek Buma 1 Jalan Ki Penjawi No 28 Kotagede Yogyakarta. Telp.(0274) 377548 WA. 0877-3391-1113 (Buka setiap hari Pukul 08.00 s.d 22.00 WIB).
Bebek Buma 2Jalan Damai No 3 Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Telp. (0274) 283-1929 WA. 087734239222 (Buka setiap hari Pukul 10.00 s.d 22.00 WIB).
Bebek Buma 3Jalan Titi Bumi Timur Banyumeneng No 23 Rt 10 / Rw 04 Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta
Buma Delivery Solo – Jalan Mawar Kalitan Solo (Selatan Solo Paragon). Telp. (0271) 7462-777 WA. 0878-3120-3888 (Buka setiap hari Pukul 08.00 s.d 21.00 WIB).

Kalau kalian penasaran, datang langsung saja ke bebek buma, baik cabang satu, dua atau tiga. Dan jangan lupa berkabar ya, siapa tahu bisa silaturahmi.

179 komentar

  1. Wow, menggoda nian tuh bebek bumanya. Jadi laper nih, Ndi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan dulu, Teh. Kalau mau makan bebek buma ke Jogja aja ya..hehe..

      Hapus
  2. Soal bebek, saya paling suka bebek rica - rica, mungkin kalau ada kesempatan pergi ke yogya, mau nyoba bebek buma....
    Berarti si bebek buma ini udah di daftrain ke go-food yah ?? enak kalau gitumah, pantesan ada ojek online..,
    cara mengemas makanan yang dipake bebek buma bagus, jadi bisa buat contoh pengusaha2 lain nih,, jangan dibungkus pake kertas nasi doang,,, hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus, Kang. Dan jangan lupa untuk berkabar kalau ke Jogja.
      Iya udah di daftarin, Kang. Jadi kalau lagi malas ke tempat tinggal go food aja, nggak ribet dan mudah kan..he

      Iya, Kang. Dan ini terlihat lebih elegan dan berkelas.

      Hapus
  3. Waduh, pagi2 liat makanan begini jadi tambah laper nih..
    Artikel yg bagus gan, bs jadi rekomendasi kalo saya main ke jogja lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... jadi ikutan laper. tapi yang jelas udah ada satu rekomensi kuliner bila ke jogja.

      Hapus
    2. Siap, berkabar ya, Mas Yogi kalau ke Jogja. Siapa tahu pas nanti ke bebek buma, aku di beliin juga :D

      Hapus
    3. Nanti dicoba kalau ke Jogja ya, Mbah..

      Hapus
    4. insya Allah dihubungi mas... makan bareng sambil ngopi. heee

      Hapus
    5. Haha, siap siap..
      Inshaa Allah kalo berjodoh nanti bisa bertemu silaturahmi di Kota Indah Jogjakarta :D

      Hapus
  4. Waah kok keliatannya enak ya, murah lagi.. Ku juga gt mas, kl makan bebek goreng tu dagingnya alot2 gitu.. Btw kok kaya cafe yak, ada pertunjukan musiknya.. Mantap nih, hhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan kelihatannya, Teh. Tapi ini memang bener enak. Cobain deh kalau ke Jogja. Dicoba untuk beli. Awas aja, jangan nagih :D

      Ini nggak alot kok, buktinya aku makan beberapa kali tetap enak, dan bahkan sampe tulangnya aku makan juga enak lho :D

      Hapus
  5. mantap lengkap banget tempatnya bang ada live musik pula, saya kalau bebek favorit bang meski sering migrain kalau kebanyakan makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di selingin aja, Mas. Nggak bagus juga sepertinya kalau keseringan makan daging ya.

      Iya, lengkap. Jadi kalau pas lagi ada buma coustic, beruntung banget. Biasanya yang datang rame, aku rasa bisa untuk nemenin sembari makan..

      Hapus
  6. Jadi, waktu itu kita ketemu di Mr. Teto dalam rangka meeting yak. :) Ajak saya dong mas makan di Bebek Buma.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya gitu, Mas..hehe
      Boleh-boleh, mau kapan nih, Mas Adi?

      Hapus
  7. Nasi Bebek Madura berarti beda dengan yang biasanya? Apalagi pakai sambal rujak. Ehe. Belum pernah coba. Kalau nasi bebek yang sering saya santap, sih, bumbunya cokelat kehitaman gitu, Mas. Terus pakai serondeng.

    Asyik juga tuh makan sambil dengerin akustikan. Makan sego kucing sambil dengerin orang ngamen aja enak. Jogja magis banget emang~ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Iya, Mas. Bedanya kalau makan sego kucing sambil dengerin pengamen itu harus bayar :D

      Kalau disini nggak, makan aja sambil nikmatin alunan acustic..hehe
      Btw, kapan ke Jogja lagi nih, Mas?

      Hapus
  8. kalau lagi Laper tapi Mager saya biasanya juga langsung delivery makanan di daerah saya, melihat fotonya sepertinya Bebeknya Enak Nich, Mantap, apalagi bisa delivery...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, enak nan mantap. Terlebih bumbu rujaknya, Mas..
      Kalau ke Jogja jangan lupa dicoba ya..

      Hapus
  9. Wah.. enak banget nih kang.. suasana dan menu yang disajikan sungguh menggugah selera... jadi laperrr nie kang, hahaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. ayo makan, Kang..
      Kalau kesempatan bisa ke Jogja jangan lupa mampir ke bebek buma, itung-itung nostalgia di Jogja yang sudah puluhan tahun tak jumpa..

      Hapus
  10. Pas lihat packagingnya, Masyaallah. Keren.
    Ada satu logo yang saya kagumi. "2.5% Sedekah"
    Mulia sekali...ngga cuma ngejar besarnya omset aja, tapi juga masih mikirin buat menyisihkan sebagian hasil penjualannya untu disedekahkan kepada sesama. Sekali lagi, KEREN!

    Wah selisih harganya lumayan banyak. Mending langsung makan di tempat aja berati ya? 6000 lumayan, bisa buat beli-beli bensin lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Memang harusnya gitu, seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Semoga bisa diconto ya, Mas..

      Nah itu, tapi itu promo nggak tau sampe kapan, yang jelas kalau ke Jogja, harus cobain ya, Mas..he

      Rp.6.000,- itu bisa buat pulsa lho.. :D

      Hapus
  11. Asslamualaikum,

    MasyaAllah ... gak terasa mata berkejap kencang .. nanar ... memandangi BEBEK BUMA
    Ya Allah ... tahaaan jangan ampe jatuh ngecessss ...xixixi
    Tampilan yang dibungkus sungguh "teliti".

    Nasi yang dibungkus daun ..sangat "menjual".

    Saya pasti nambah nih mas, sambelnya, lalapannya, nasinya, bebeknya

    Interior restonya pun nampak digara serius, memanfaatkan garasi.
    Warna dominan MERAH sangat eye-catching.

    Mas Andi yang main gitar ?
    atau yang lagi pegang lap-top?

    Pokok e kalo aku kesana minta diajak ke sini ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam,

      Hehe.. Kalau ences nanti kena keyboard, Teh. Stop ya, tenang ini bebek buma ada di Jogja kok, doain aja semoga bisa buka cabang di seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri..

      Asik, bakal berapa porsi ya, Teh? Hmm :D

      Jadi mudah diingat ya, rumah makan merah, inget bebek buma..
      Aku yang lagi main laptop, Teh. Kebetulan kan malam itu lagi ngerjain sesuatu. Kalau main gitar udah lupa eung, terakhir waktu SMP. Biasalah nggak pernah main lagi jadi lupa :D

      Diajak mah siap. Pertanyaannya satu, kapan pulang ke Indonesianya? he

      Hapus
  12. Balasan
    1. Catet, harus coba kalau ke Jogja lagi. Alamat udah ada diatas, kok..

      Hapus
  13. Cabangnya udah banyak ya ndi..
    Asal bebeknya ga bau prengus itu..aku suka. Soalnya pernah, njajan bebek..dagingnya berasa bau2 gimana gitu..tapi bukan di Buma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh udah banyak. Jadi makin mudah kalau mau cari.
      Nggak kok, ini ngagk bau prengus, malah bikin nagih kalau saya makan bebek buma ini. Enak banget, Teh. Next time harus cobain kalau ke Jogja..

      Hapus
  14. Jangan cuma diliatin aja kalau memang betul-betul ingin sila menuju ke lokasi langsung, tempat dan alamat sudah diberitahu. Bila lagi malas tinggal telepon, bisa diantar langsung ke rumah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, satu-satunya kalau penasran itu harus nyoba. Ya, mencobanya. Yang ada di daerah Yogyakarta bisa datang langsung ke alamat diatas, atau juga bisa go food :)

      Hapus
  15. Baru lihat gambar bebek buma
    Indah dalam warnamu bercerita
    Nikmat sudah kurasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Teh Anisa mah pasti mantun terus nih. Keren. Kapan nyobain bebek buma?

      Hapus
  16. tuh bebek bikin laper mas. jadi ingan sama teman saya yang bernama bumadius armandi. tapi sayangnya dia gak usaha bebek mas. heee

    ngomong-ngomong masalah bebek, saya tertarik dengan cara usahanya yang diceritakan dalam marketing langit. kalau ayam geprek entah sudah berapa banyak yang bika di pontianak. pasti omsetnya juga selangit dan keuntungannya jangan ditanya lagi berapa? udah pasti banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus coba diajak ke bebek buma itu temannya, Mbah..hehe

      Sudah banyak pasti ya, di Pontianak, kalau di Pontianak sendiri harga satu porsi ayam geprek berapa ya, Mbah? #PenganTahuAja :D

      Hapus
  17. Bebek itu emang enak banget, lebih dari ayam. Tapi suka mikiiir banget kalau pesan bebek. Mending ayam deh. Soalnya kayak terngiang-ngiang terus gitu kandungan kolesterolnya >.< hahaha sebenernya mah tergantung frekuensi makan kita juga sih ya.

    Iya sih bisa delivery order, tapi nun jauh di Jogja sana ya Allah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya jangan sering-sering beli bebeknya, cukup kalau lagi pengen aja..
      Nah itu, kan nggak mungkin juga tiap hari bebek, bosen juga lah..hehe

      Kalau ke Jogja bisa mampir sekalian review nanti disini..
      Kapan ke Jogja lagi?

      Hapus
  18. wahh boleh juga nih mas, jadi pengen buat makan malem nanti, mumpung ga jauh2 amat dari kosan. skali-skali nyoba bebek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, apalagi kalau nggak jauh dari kost. Kalau mager mah go food aja, Mas..he

      Hapus
  19. 2.5% Sedekah, kereenn! Prinsip islamiah yang indah, banyak berbagi banyak rezeki. Mantap!

    Anw, saya kurang suka daging bebek. Alot2 soalnya, tp daging ayamnya menggoda tuh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini nggak kok, cobain aja kalau ke Jogja. Seperti yang udah aku ceritain diatas, memang nggak alot. Bahkan tulangnya sempat aku makan juga, habis enak..hihi

      Hapus
  20. waaah kang Andi cukup ahli juga dalam dunia bisnis

    btw nasi bebek maduranya bener2 bikin ngileeeer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, nggak juga, Mi. Masih proses belajar kok..

      Kalau menggoda jangan diem aja, udah ajak suami liburan ke Jogja atuh. Nanti mampir ke salah satu tempat makan bebek buma..he

      Hapus
  21. mantaaappp... buka frinchise kah om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga, Mas.. he
      Aku bukan om-om lho :D

      Hapus
    2. sayang sekali bang klo g di frinchise in..
      klo udah ada SOP lebih profit jika besarin sekalian. kan tinggal duplikasi aja.

      Hapus
    3. Sebenarnya aku kurang tahu masalah itu. Kan ini rumah makan punya guruku, Mas Hendri. Bukan punyaku, Mas..hehe

      Hapus
  22. waahh!! Sepertinya menarik nih menu bebek buma dan kaya akan aneka macam rasa..jadi pengin ke jogja.. Apalagi kalau ada bumbu pedas nya maknyuss!!..😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke Jogja, Mas. Biar bisa menikmati bebek buma sekaligus bisa jalan-jalan di Yogyakarta..

      Hapus
  23. Wah, menggoda iman ini foto-fotonya, padahal saya baru aja selesai makan.
    Suka banget sama review-nya, selalu lengkap dan gambarnya selalu amazing. Kamerane opo mas?
    Saya berharap ini bebek buma buka cabang di Solo. Hehe, biar nggak jauh-jauh ke Jogja kalo pengen makan. Tapi nanti kalo sempet ke Jogja mampir kesana deh. Ini tempat worth it banget.
    Tanggung jawab! Saya jadi laper lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah dibaca-baca lagi ternyata emang udah ada cabang delivery di Solo. Huahaha....
      Gara-gara terpesona sama foto-fotonya ini, sampe gak lihat tulisan alamat Bebek Buma. :D

      Hapus
    2. Haha.. Makan lagi atuh, Mas. Tapi nggak ada bebeknya ya. Kalau lagi di daerah alamat bebek buma diatas, boleh lah langsung mampir dan makan disana..he
      Ah, aku pake smartphone kok itu, smartphone China..he

      Haha.. Tanggung jawabnya tak anter ke lokasi buma kalau lagi di Jogja aja ya :D

      Hapus
    3. Nah lho, nggak fokus ya..hehe
      Cobain aja kalau lagi pengen, Mas..

      Btw, Solonya mana, Mas?
      Siapa tahu kalau aku ke Solo lagi bisa silaturahmi..

      Hapus
  24. Walaah,harganya murah, di tempatku bebek satu porsi Rp 25.000


    Hmm, bisa jadi rekomendasi pas jalan-jalan ke Jogja nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu juga sepertinya sampe 25k juga, tapi aku lupa kalau makan apa saja. Yang jelas biar lebih jelas dan tahu, bisa dicoba kalau ke Jogja ya, Teh..hehe

      Hapus
  25. Owalah, saya selalu senang makan bebek. Kalau di Lombok, tempat bebek yang itu di sekitaran wilayah rembige. Kapan2 main kesini mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. In shaa Allah, Mas. Pengen bisa ke Lombok. Kebetulan ada teman juga disana. Kalau ada rezeki bisa kesana, semoga bisa silaturahmi sekalian.. aamiin.

      Hapus
  26. Kapok aku Di, baca tulisanmu kok ya pas tengah malem, eh ditambah kelaperan lagi. Ah g asik nih, tau ginj besok aja kan aku bwnya, pas habis sarapan, biar perut ayem. Hehehe.. Bercanda Di..

    Di jatim sendiri ada bebek sinjay yang terkenal, tapi sampai sekarang aku belum pernah nyobain, hahaha..
    Jadi penasaran nih sama bebek buma. Mau tahu aja yg bikin bebek madura ini beda ama bebek biasa apa?
    Mungkin bebek madura bisa bakar sate? Hm.. Bisa jadi
    Sorry mulai ngaco komentarnya, maklum laper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan kapok lah, Teh. Aku kan udah sediain juga itu makanan..hehe

      Nggak asing itu nama bebek sinjai di telingaku. Tapi belum pernah mencobanya sih. Penasran juga akan rasanya..

      Beda, Teh. Terlebih di bumbunya yang beda, enak banget. Cobain kalau ke Jogja ya.

      Ngaco karena sudah laper ya.. hihi

      Hapus
  27. Welha, cuma di Jalan Damai to? Nggak gitu jauh dari rumah nih. Pankapan order go food ah, itu sambal rujaknya sungguh menggoda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Dekat to dari rumah. Ayolah mampir, siapa tahu cocok makan bebek buma ini. Betul sambal rujaknya menggoda dan ingin lagi..he
      Ah, jadi laper nih aku :D

      Hapus
  28. Makasih nih rekomendasinya, nanti meluncur lah kesana, deket kostku di daerah seturan juga ada sebenarnya nasi bebek, enak juga kok, tapi bukan bebek buma gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mas Yudi..
      Datangin aja, apalagi kalau jaraknya dekat kost. Sering makan bebek kah, Mas?

      Hapus
  29. bebek mak nyus
    pasti lezat
    minuman kopi panas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantep banget ya, Mas.
      Aku aja jadi pengen lagi..he

      Hapus
  30. Oke deh, ternyata bebek juga makanan khas Madura selain sate, tambah satu ilmu lagi nih :)

    Olahan bebek tuh enak, empuk dan nggak bau kalau yang masak pinter kan ya. Rasanya gurih lebih enak ketimbang ayam. Saya dan keluarga juga suka masakan bebek, biasanya bebek goreng yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu. Tapi nggak sering juga karena harganya lebih mahal, hehe..

    Wah, Bebek Buma keren ya mas konsepnya, ada tambahan live music akustik juga, pasti tambah ramai pelanggannya. Patut dicontoh nih strategi marketingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, initnya sih gimana ya masak dan ngolah. Aku rasa ini bebek buma dioleh dengan apik. Rasanya juara, aku suka.

      Iya nih, jadi lebih asik makan ditemani live music acousticnya..
      Kan jarang-jarang di rumah makan lain seperti itu..

      Hapus
  31. Liat logonya sambil angguk2 kepala. Iya juga sih, khas bgt sama Madura. :)

    Btw, belum pernah ngerasain makanan dari Madura. Hahaha Tapi kayaknya sih enak banget. Menggoda iman untuk menikmati bebek buma. :)))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, jadi kalau ke Jogja selain berkabar jangan lupa untuk mencoba bebek buma ini ya, Mas..hehe

      Hapus
  32. Wah akusering banget laper tapi marger maunya bebek buma ada di aceh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti ada di Aceh ya, Mas.
      Doain aja, semoga bisa seluruh indonesia, bahkan dunia..
      Btw, di Aceh nggak ada makanan berupa bebek kah, Mas?

      Hapus
  33. Sayang banget belum ada di Malang :D Mungkin kalau ke Jogja wajib ngunjungin Bebek Buma, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doain aja, Teh. Semoga aja ada di Malang..

      Hapus
  34. Mau dong bebek buma nya dari gambarnya saja sudah bikin perut keroncong euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Jogja nanti jangan lupa mampir untuk mencoba ya, Mas Dwi..

      Hapus
  35. Buka sampai malam ye, yah ternyata belum sampai Lampung Bebek Buma atau lupa tulis? atau aku yang tidak teliti bacanya

    Ntar aku cek lagi semoga sudah ada di Lampung *ngarep soalnya sering marger berat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya belum ada di Lampung, Teh.
      Doain aja, semoga di Lampung juga ada cabangnya suatu saat nanti..

      Di Lampung nggak ada makanan berupa bebek kah, Teh?

      Hapus
  36. Dijakarta sprtinya blum ada
    Klo ada buka cabang disini
    Saya pengen nyobain bebek ny
    Konsepny lebih kekinian, cocok ntuk kaula muda
    Plus harga bersahabat di kantong jg, jd anak kost gk teriak2 mie lg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, btw, kalau di Jakarta biasanya satu porsi daging bebek gini berapa harganya, Mas?

      Kalau ke Jakarta bisa lah mampir ke Mas Adi nih..

      Hapus
    2. Kisaran 20ribuan mas Andi
      kalo main ke jakarta kabarin aja
      nanti bisa kopdar bareng blogger2 dari jakarta

      Hapus
    3. In shaa Allah, Mas.
      Semoga bisa ke Jakarta lagi nih..

      Hapus
  37. Menggiurkan.

    Pertama saya lihat aja rasanya enak banget.
    Kepengen coba, cuma baru buka di beberapa tempat di yogyakarta dan sekitarnya ya?

    Bilang sama empunya semoga kalo ada rezeki jgn lupa untuk bangun usaha begini di sulawesi deh. Mau coba juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, doain aja, semoga bisa buka cabang diberbagai kota bahkan dunia ya.

      Btw, suka bebek juga ya?

      Hapus
  38. Nyesel BW ke blog ini dan buka artikel ini. Gimana gue gak kangen tanah air kalau makanan nya kayak di surga gini.. Btw, ada go food yang ke Thailand gak? pesan 5 porsi. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Kalau ke Thailan berani bayar berapa tuh si mamang Gojeknya :D
      Jangan nyesel, nanti kalau ada waktu ke Jogja, inget diary mahasiswa, jadi bisa coba bebek buma ini. hihi

      Hapus
  39. Wih... Bebek Buma-nya kelihatan mantap nih, mas.
    Tgl 7 kemarin saya juga berkunjung ke Jogja. Sayangnya nggak lama, dan bersama rombongan. Jadi nggak bisa ngontak Mas Andi untuk sekedar bisa ngopi bareng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu. Next time berkabar ya, Mas. Biar bisa maen lah..he
      Berapa lama waktu tanggal 7 kemarin di Jogja, Mas?

      Hapus
  40. semakin mudah aja ya mas,kalau pake system delivery gini

    tinggal nunggu dah nyampai yg penting ada duit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, yang penting siapin uangnya dulu, Mas..he
      Mau makan apapun kalau delivery tinggal pilih..

      Hapus
  41. Wah jangan pahit terus dong kehidupannya, hehehe.... Semoga selalu manis, itu harapan kita semua. Saya sering banget ini yang namanya mager, padahal perut lapar. Alhasil ya paling order online, iya kalo bisa, kalo gak, ya terpaksa jalan juga deh. Kebetulan saya kurang suka bebek mas, lebih prefer ayam sih, kayak si Ipin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, selalu manis seperti buah yang manis :D

      Haha.. ayam goyeng to sukanya.
      Di bebek buma juga ada ayam gorengnya kebetulan. Apa nggak masak gitu, Mas kalau lagi mager. Tapi yang namanya mager, pengennya serba instan ya.. hehe

      Hapus
  42. Jadi makin pengen makan daging bebek.
    Udah lama nggak makan daging bebek soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh, cobain deh. Apalagi kalau lagi ke Jogja, bisa cobain langsung bebek buma. Btw, kapan ke Jogja, Mas?

      Hapus
  43. Kalau saya lapar dan mager, kalau gk tidur ya terpaksa masak mie instan tidak. Kalau saya pesan bebeknya sempat basi baru sampai di kota saya haha, maklum kota indah di pedalaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Pesennya kalauke Jogja aja, kan nanti sekalian datang ke rumah makannya langsung :D

      Masak mie instan aja nggak instan kok, jadi kalau bisa sih delivery aja ya, Mas..hehe

      Hapus
  44. udah lama nggak makan bebek :v tempatnya asyik ya buat ngobrol-ngobrol. kayaknya kalo aku main ke yogya bakal cari tempat makan yg dibahas di blog ini.. cucok sama dompetku hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, harus coba bebek buma nih, memang asik buat nongkrong ataupun ngobrol-ngobrol. Pertanyaannya satu, Teh. kapan ke Jogjanya?

      Hapus
  45. Wah, ada sambel pencitnya yg bikin khas banget menu bebek maduranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya pencit kah, Teh?
      Kok saya baru denger ya..hehe

      Harus nyobain kalau ke Jogja ya, Teh..he

      Hapus
  46. enakk banget,, cuma sayang nggak boleh makan bebek. hhmm..
    alergi sih kata dokter. aku nggk tau kenapa. tapi setiap kalau makan bebek pasti dadanya sesek 3 jam setelahnya..
    padahal kalau makan ayam biasa aja.

    heran kan?? padahal sama-sama unggas, kakinya dua, sama2 punya bulu, punya paruh. cuma bedanya kalau bebek bisa berenang... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau gitu jangan dipaksain, Mas. Daripada mengobati kan lebih baik menjaga. Kalau ke bebek buma, cukup order ayamnya aja.

      Iya sih, mungkin ada yang membedakan lagi selain itu, Mas Bay. Hanya dokter yang tahu..hehe

      Btw, belum ditanyain kenapa gitu, Mas ke dokternya?

      Hapus
  47. Sepintas saya baca Bebek Burma, ehh gak taunya Bebek Buma...
    Untuk sementara saya masih jajan bebek goreng yang dipinggir jalan Mas...
    Ternyata Bebek Buma juga memiliki harga yang nyaman di kantong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, kalau di pinggir jalan sekarang biasanya berapa harganya, Mas?
      Udah lama nggak beli yang dipinggir jalan soalnya..he

      Kalau ke Jogja jangan lupa untuk mencoba bebek buma ini, Mas..

      Hapus
  48. Bulan lalu aku liburan ke Yogya, sayang nggak tahu ada menu yang bikin ngiler ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah next time kalau ke Jogja lagi mampir ke bebek buma ya, Teh. Kan sekrang udah tahu..hehe

      Hapus
  49. Mantep ni pengalaman dan motivasi dengan bagi semua, semua bisa teratur waktu dari jualan buku, reseler sampai bebek buma ya mas, great 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bebek buma punya guruku sih, Mas. Saya hanya post aja disini..he
      Tapi bisa dicotoh juga management waktunya, kalau bisa dilist setiap harinya. Biar teratur gitu..he

      Hapus
  50. Gue awalnya juga enggak suka sama bebek. Karena pengalaman pertama kali makan bebek, dagingnya susah banget digigit. Ternyata pas nyoba stelahnya, enaaakk uuy. Emang restoran yg pertama nyova itu yg daging bebeknya keras.
    Tapi gue pribadi lebih enak makan d tempatnya langsung sih ktimbang d bawa pulang. Bsa cuci mata juga
    *eeehh

    Tapi ini sambel rujak itu ternyata udah lama ya? Kirain baru. Gue ga pernah nyoba, jdi penasaran. D jakarta ada enggak ya yg jualan nasi ayam atau bebek yg pke sambel rujak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. modus lu, Mas :D

      Yang jelas kalau di tempat makannya langsung nggak ribet, ribet harus beres-beres bekas makan..he

      Keras atau nggaknya sih aku rasa gimana orang yang masak daging bebeknya ya..

      Hapus
  51. nah ini, susah nyari bebek yang empuk dan ga alot, bebek perlu perlakuan khusus, tapi saya kalo mau beli bebek klo ngebet doang. kenapa? soalnya harganya lebih mahal dari ayam tapi dagingnya lebih sedikit dari ayam hahaha. btw fotonya bikin ngiler bgt mas. untung bacanya setelah selesai makan malam huehuehue

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Yang jelas alot nggaknya itu pinter-pinteran yang masak sih menurutku.
      Untung udah makan ya, Mas?
      Btw, kalau ada yang anterin gimana? Kan udah makan, apakah tetap dimana?
      Pasti dimakan lah..wkwk

      Hapus
    2. waduh kalo itu mah.... rejeki gaboleh ditolak mas wkwkw

      Hapus
  52. Looks yummy, buka postingan ini pas puasa, ngiler jadinya *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan tergoda, Teh. Udah kebal. Kan udah ada benteng niat..hehe
      Aku juga lagi shaum. Dan setelah buka baru ngiler deh. Karena makan nggak sesuai yang dilihat :D

      Hapus
  53. yang menambah sedap dan nikmat makanan seperti ini adalah sambal ya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, malahan terkadang bikin nagih ya, Teh..hehe

      Hapus
  54. Ciee Andi 😂 kotak komentar dari kamunyaaa..
    Ndii bebek Madura adalah favorit suami aku, andai bisa go food ke rumah 😂 nggak mungkin. Noted klo kami ke Jogja lagiiii.. lumayan murah Ndiii harga segitu dan tempat yg nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa-kenapa, Teh. Dengan kotak komentar??
      Jadi penasaran.. hehe

      Kalau ke rumah Teh Uci mah pasti kejauhan, asal kuat bayar si mamang go food, oke-oke aja..hehe

      Bener tuh, nanti aja kalau ke Jogja baru mampir dan makan langsung di tempatnya..he

      Hapus
  55. waw enak banget ya kang Andi.. Liatnya seru banget ada live accoustic xixix.. makan bebek buma sambil dengerin lagu-lagu lawas rasanya subhanallahs sekali yaaa kang.. Kok saya mendadak lapar aahhaaa. btw thanks sharenya yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, Teh. Jarang-jarang kan acoustickan muternya lagu lawas..he
      Ayo makan, sama-sama, Teh Vika.
      Nanti kalau ke Jogja bisa mampir dan rasakan langsung nikmatnya.. :)

      Hapus
  56. Apaaa? Tulang bebeknya juga bisa dimakan? Yakin tuh mas?
    Yang akustikan ternyata banyak yaa dikira cuma seorang sajaa hahaha. Bebek buma apa rasanya berasa gurih-gurih gitu? Atau kriuk-kriuk asin? Atau seperti apa ya mas? Aku jadi pangling dibuat ingin bebek buma :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan ditiru, Teh. Ini mah akunya aja sih yang mau makan..hehe
      Cobain deh kalau ke Jogja, jadi nggak penasaran akan rasanya..

      Hapus
  57. Saya juga lebih suka bebeknya. Harganya itu lo, murah sekali ditempat saya bisa berkisar 30 ribuan itupun dagingnya kecil sekali. Tanpa nasi pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah cukup mahal juga ya, Mas. Wah kalau sama nasi dan minum dan kalau pengen nambah jadi berapa tuh? Nggak kebayang mahalnya..hehe

      Hapus
  58. Serba gampang sekarang kalau lapar,yg penting punya kuota. Apalagi menunya enak gitu. Beuh.. Ngiler dah 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, punya quota, siapin uang. Order deh. Tunggu sembari santai aja ya. Atau nggak tunggu sembari ngeblog. Tahu-tahu nanti sampai makanan yang dipesan..hehe

      Hapus
  59. wah salfok sama logo 2.5% sedekahnya kang :) semoga makin laris yah ini bebek duma..

    sebagai mak irits aku pun salfok kenapa harga dibawa pulang 18rb makan ditempat 12rb mending makan ditempat deh ahhahaa mayan 6rb bisa beli teh pucuk 2 botol hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buma, Teh. Hayo jangan salah ketik jadi duma..hehe

      Wah, Teh Herva mah tahu aja euy, harga teh pucuk Rp.6.000,- dapet dua..hehe
      Selain teh pucuh di Jogja sendiri masih bisa buat beli pulsa yang lima ribu :D

      Nah itu, kalau ke Jogja makan di tempat aja ya..hehe

      Hapus
  60. Waduh jadi ngiler, abis baca nih artikel kayaknya bakalan laper lagi ini mas hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan ayo, Mas. Atau mau bebek bumanya?
      Silahkan ambil ya..hehe
      Suka bebek juga ya, Mas? Atau ayam?

      Hapus
  61. wah kayak nya enak tuh.. Kapan kapan kalau maen ke jogja nyobain ah hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan kayaknya lagi kok, tapi memang bener-bener enak..hehe
      Nggak percaya? Cobain deh.. :D

      Hapus
  62. namanya sama kaya bapak sha. ahhahaha

    Jadi, totali dia co-founder 3 tempat bebek ya? keren!

    kalo sha mah kurang suka bebek. Dagingnya agak alot :P terus dulu sempet dibikinin semacam opor tp bebek. Anehnya, jadi keluar minyak banyak banget kira-kira kenapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih, Teh?
      Berarti keluarga, Teh Sha harus cobain ini bebek buma..he
      Iya, Teh, nggak cuma co-founder bebek buma aja, tapi Mr.Teto juga. Next time in shaa Allah aku ceritain..

      Tapi ini nggak alot lho, Teh. Serius, cobain ya kalau ke Jogja..ehe
      Wah, kurang tahu eung masalah jadi keluar minyak gitu, Teh..
      Mungkin ada yang salah dalam masaknya? He

      Hapus
  63. Salah baca neh lagi di jalan, jadi laper pengen bebek juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mumpung di jalan, ayo melipir cari tempat makan, Teh..hihi

      Hapus
  64. Sebagai orang Madura asli, saya jadi lapar melihat penampilan bebek bumanya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ada orang Madura asli nih..he
      Di Madura banyak yang jual makanan seperti bebek ini kah, Teh?

      Hapus
  65. wah mantap nih.. saya save dulu alamatnya mas.. lain waktu saya meluncur ke lokasi bebek buma hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, jangan lupa dipublish, biar aku tahu juga kalau udah kesana. Kalau mau ngajak juga bisa..hehe

      Hapus
    2. share loc dong mas Andi wkwkwk

      Hapus
    3. Itu udah ada semua alamat lengkapnya..
      Kalau mau share loc, silahkan hubungi aku lewat WA, Mas :D

      Hapus
  66. Baca postinganmu ini bkin aku jadi lapar, deh. hehe. padahal aku baru makan tadi. boleh dong dikirim ke rumahku. plaaaaaaaaaaaaak ... langsung kabuuurrrrrrrrrrrr!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..Rumahnya daerha mana, Mas?
      Biar ke mamang gojek aja dianternya..hehe..

      Hapus
  67. Wah enak kie bebek e.. terus baru tau kalau madura itu ga cuma sate, tapi ada makanan khas bebek.. besok bisa di coba ini, apalagi ada cabang di jalan damai juga.. deket rumah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deket rumah to, Mas. Tinggal datang aja ke bebek buma cabang 2. Atau lagi mager tinggal delovery aja, Mas..hehe

      Hapus
  68. boleh gak itu sambelnya dilempar dimari??

    Asik bingit sih tempatnya dan bebeknya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap nangkapnya nggak, Teh? :D
      Kalau ke Jogja jangan lupa mampir..

      Hapus
  69. aku lewat sini hari sabtu kemarin
    rameee banget
    pantes enak sih tapi sayang mas aku lagi gak makan pedes huhu
    padahal endes liat penampakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, belum lama berarti ya.
      Sekarang masih di Jogja atau udah di Malang lagi, Mas?

      Makan bebek tanpa sambalnya aja, Mas. Ada yang kurang sih, tapi tetap enak sepertinya. Endes..

      Hapus
  70. Sambal rujak ya... Kesalahan besar deh baca soal persamaan tengah malam gini. Wis besok pagi bikin juga ah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Untungnya bisa buat ya. Jadi kan nggak harus ke bebek buma langsung. Tapi nggak ada salahnya juga kalau ke Jogja mampir, Teh..

      Hapus
  71. Waaa jd pengin makan bebek abis baca ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada mah alhamdulilah, tinggal makan ada, Teh..hehe

      Hapus
  72. Aissshhh kalo buka di jkt udh aku pesen mas :D. Eh tp di solo ada yaaa.. Uwaaahh kalo mudik ke solo aku mau coba :D. Bebek madura yg sering aku coba di sini, pake bumbu hitam pedas gitu.. Manteep banget. Sjk itu aku suka ama bebek madura :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu bisa dicoba, Teh.. Kalau lagi liburan ke Jogja juga bisa sekalian coba.
      Oh, gitu asik dong. Tapi harus nyobain bebek buma ini, Teh.. Biar tahu rasanya juga..he

      Hapus
  73. Jarang banget makan bebek. Kalau ke Jogja wajib mampir, nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh, ide bagus tuh. Semoga bisa nyicip nantinya kalau ke Jogja ya..

      Hapus
  74. duh baca pas malam gini terus hujan bikin lapar serius hahahah
    wah bener recomended nih untuk cobain menu bebek Buma. Jujur, untuk menikmati makanan dengan menu bebek benar harus memilih, sebab tak jarang mendapati yang daging alot. mungkin kalah karet hehehe


    rekomendasi banget ni kalo lagi liburan ke Jogja. makasih mas atas infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. kayak karet ya, Mas.
      Aku rasa alot nggaknya itu kelihatan dari pintar nggaknya yang masak.
      Ssama-sama, Mas. Berkabar aja kalau ke Jogja. Kalau ada waktu kan bisa silaturahmi juga..

      Hapus
  75. Aku gagal fokus sm nasi saat di bungkus, duh eta nasi timbel pake daun. Dulu, dulu ntar nih ya, di banjarsari belum pernah nyobain si bebek goreng dll, nah nyoba2 pas dibekasi bebek sl***t, ternyata enak ya, nah mulai deh ekspansi nyobain berbagai produk olahan bebek.
    Nasi bebek madura juga pernah, dan itu jdi favorite bikin ketagihan, pdhal yg jual abang2 di gerobak dorong.
    Duh liat foto bebek buma jdi ngiler, apalagi sambelnya ada sambel rujak, seger. Harganya jg murah meriah, gak bikin kantong bolong ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang kenakan itu nggak melulu dinilai dari tempat jualannya ya, Teh. Dari yang gerobak aja juga bisa nikmat dan bikin ketagihan..

      Nah itu, kalau ke Jogja jangan lupa untuk nyicip, Teh..he

      Hapus
  76. wih mantap yak, isinya komplit tuh bebek buma. Pantesan itu bukunya laku terjual ya, yang nulis yang punya ayam geprek... laris manis deh itu mah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Laris bukunya dan ayam gepreknya juga..
      Kalau ke Jogja cobain aja, Mas bebek bumanya, dan ada juga kok salah satu cabang ayam geprek Pak Kusnadinya di Jogja. Kalau nggak salah sih deket daerah UIN..

      Hapus
  77. Waduh kok saya jadi laper ya :D hehe
    Boleh juga nih jadi menu makan ,harganya juga murah
    Cuma sayangnya jauh bukan di daerah sini :(
    Kaykanya disini belum ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu. Mas Mayuf di daerah mana gitu. Siapa tahu suatu saat nanti bisa ada cabangnya disitu..

      Kalau ke Jogja cobain aja, Mas itu bebek..he

      Hapus
  78. Salam nikmat sehat selalu deh kalau postingannya makanan...lihat fotonya cuma bayangin rasanya kaya apa he...he,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. jangan di bayangin, Mas. Takut ngiler nantinya :D
      Daerah mas Agoes nggak ada yang jual bebek, kah?

      Hapus
  79. Untung ada menu ayamnya, aku ga suka bebek soalnya. Tapi ga tau nih klo bebek buma, aku ga suka menu bebek krn dagingnya keras kan ya. Jarang yg bisa masak bebek enak. Sayang di bandung blm buka cabang ya. Mudah2an nanti bisa open branch di sini ya. Klo di bandung yg terkenal itu bebek slamet. Tapi tempat mkannya ga ada akustiknya kyk di bebek buma. Ulasanmu lengkap. Mantappp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, nggak suka. Tapi udah pernah nyobain bebek, Teh? Gimana rasanya?
      Bener sih nggak semua orang bisa masak daging bebek yang enak, tapi bebek buma yang saya pernah makan enak, Teh. Nggak alot juga dagingnya..

      Aamiin, doain aja, Teh.. Di Jogja juga ada bebek Slamet, Teh..
      Itu cara bagus sih, Teh. Untuk meramaikan para pengunjung yang datang..

      Hapus
  80. Untung ada menu ayamnya, aku ga suka bebek soalnya. Tapi ga tau nih klo bebek buma, aku ga suka menu bebek krn dagingnya keras kan ya. Jarang yg bisa masak bebek enak. Sayang di bandung blm buka cabang ya. Mudah2an nanti bisa open branch di sini ya. Klo di bandung yg terkenal itu bebek slamet. Tapi tempat mkannya ga ada akustiknya kyk di bebek buma. Ulasanmu lengkap. Mantappp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, nggak suka. Tapi udah pernah nyobain bebek, Teh? Gimana rasanya?
      Bener sih nggak semua orang bisa masak daging bebek yang enak, tapi bebek buma yang saya pernah makan enak, Teh. Nggak alot juga dagingnya..

      Aamiin, doain aja, Teh.. Di Jogja juga ada bebek Slamet, Teh..
      Itu cara bagus sih, Teh. Untuk meramaikan para pengunjung yang datang..

      Hapus
  81. Bisa dipesan ke sulsel gak, pengen bangeet. Beneran. Coba kalau ada cabang Bebek Bumanya di sini, pasti saya datangi atau pesan via go food.

    Btw baca postingan ini bikin saya lapeeer bangeet, bukan cuma gambar makanannya saja yang menggoda rasa, tapi harganya juga menggiurkan. Cukup terjangkau. Pengen deh >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa tapi nggak tahu kuat nggak diperjalanan. Baiknya sih datang ke Jogja sekalian mampir..hehe
      Doain aja, semoga di Sulses juga ada cabangnya nantinya..

      Iya terjangkau untuk mahasiswa, terlebih anak kost seperti aku :D
      Apalagi musim hujan pasti males kan, pengennya gofood aja..hehe

      Hapus
  82. sangat menggoda sekali bebek bumanya, jadi laperr :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca diary Andi Nugraha kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari kalian merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis.