Ngadem di Curug 7 Cibolang - Ciamis

Ngadem di Curug 7 Cibolang - Ciamis


ANDINUGRAHA | Sebagai warga Tatar Galuh Ciamis, aneh kan kalau tidak mengetahui wisata apa saja yang ada disana. Jangan sampai seperti temanku, sebut saja Abah. Ketika di tempat kerjanya ditanya wisata apa saja yang ada di Ciamis, dia bingung dengan spontan menjawab tidak tahu.

Dan ditanya pernah ke Curug 7 Panjalu Ciamis belum ? Dengan bengong Abah menggelengkan kepalanya dengan menjawab tidak tahu. 

Setiap mudik lebaran, kebetulan Abah selalu main ke rumah, selain silaturahmi, kami sering memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan atau sekedar kulineran. Waktu itu dia mengajakku untuk pergi ke Curug 7 Cibolang.

Okey siap, Bah. Cuss ah.. Jawabku dengan nada semangat.
Habisnya aku juga belum pernah kesana sih..haha. Paling nggak pengalamanku aku tuliskan disini, biar kalian yang baca juga jadi tahu.

Yang ada dalam pikiranku, Curug 7 Cibolang itu ada 7 curug mata air sekaligus dalam satu lokasi. Yaaa.. namanya nebak kan, karena penasaran banget akan tempat wisata ini. Iya sih di Ciamis juga, tapi lumayan jauh jaraknya dari rumahku. Okey, gak apa-apa, buka google maps dan cuss otewe.

Oh iya, Curug 7 Cibolang ini letaknya ada di Sandingtaman, Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46264, Indonesia.

Waktu itu kami berangkat dari rumah pukul 10.00, tepatnya dari dari desa Sukanagara - Lakbok kami memulai perjalanan. Sembari ngobrol di jalan, Abah memanfaatkan ponselnya untuk mencari tahu lebih detail tentang Curug 7 Cibolang tersebut.

Setelah mencari tahu dari si mbah google, ternyata curug ini tidak ada 7 curug sekaligus dalam satu lokasi. Curug ini memiliki tujuh tempat lokasi, namun tersebar di beberapa tempat. Namun jarak dari masing-masing curug tidak begitu jauh.

Dan ternyata ke-7 curug ini memiliki nama masing-masingnya. Ada Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Dimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Curug ke 4 dan 5 letaknya tidak terlalu dauh, malahan bisa disebut berdampingan.

Karena cuaca pada waktu itu cukup panas, kami jadi sering istirahat. Meskipun hanya sekedar minum ataupun duduk santai. Tempat istirahatnya bebes, dimana kami capek, disitu kami berhenti. Mulai dari indomaret, masjid (sekalian sholat), bahkan pinggir jalan sekalipun kalau capek, kami istirahat.

Siang itu kebetulan suara adzan berkumandang dengan jelasnya. Dengan cepat kami bergegas mencari sumber suara adzan dari masjid. Kebetulan letaknya pinggir jalan banget, setelah selesai sholat kami gak langsung melanjutkan perjalanan.

Kami dimanjakan dengan indahnya pemandangan kolam ikan yang ada di masjid. Terutama aku, yang pernah punya kolam ikan di depan rumah dulunya.


Sebenarnya kami masih betah berada di masjid tempat kami melaksanakan sholat Duhur siang itu. Tetapi ada satu hal yang membuat kami bergegas cepat pergi. Arggg..

Waktu itu aku sedang fokus melihat ikan yang ada di kolam, tepatnya di bagian pojok kolam. Gak lama terdengan suara aneh dengan jelas, "PLUUNNGG.... NG...

Naon eta, Bah? (Apa itu, Bah?), tanyaku kepada Abah dengan nada penasaran.
Teuing ah, lauk meureun! (Gak tau, ikan paling), jawab Abah.

Setelah kami mencari darimana sumber suara itu berbunyi, ternyata di pojok kolam ada orang yang sedang buang air besar... Hahaha.. Sialan !!

Ya ampun, untung gak lagi makan. Kalian pas baca ini gak lagi makan kan?

Aman ?
Yuk lanjut baca.

Setelah selesai sholat, kami melanjutkan perjalanan, ditengah jalan kami menggunakan jurus ninja. Yaitu bertanya sama orang sekitar, biar gak tersesat..ehehe

Setelah bertanya, ternyata tempat tujuan kami sudah tidak jauh lagi dari lokasi masjid dimana kami sholat. Alhamdulilah, kami lebih semangat!!

Waktu itu kebetulan akses jalannya sangat mudah. Karena sudah diaspal dengan baik. Ternyata yang datang cukup banyak, gak sedikit juga orang yang menggunakan kendaraan roda empat. Emang sih begitu kami datang, disambut langsung dengan sejuknya tempat wisata ini. Cocok banget ajak keluarga ke tempat ini.

Sesampainya disana, kami langsung mencari tempat jual makanan, maklum laper.. Ehehe. Kebetulan ada yang jualan cilok, sikat langsung..Haha. Setelah cukup kenyang buat menganjal perut, kami lanjutkan untuk berjalan kaki sembari menyusuri Curug 7 Cibolang ini.

Kami mengabadikan foto di depan pintu masuk kawasan curug 7 Cibolang. Taraaaa...


Untuk tiket masuknya sangat terjangkau. Kalian cukup mengeluarkan uang Rp.7.500,- saja sudah bisa ngadem dan mengabadikan foto di tempat wisata ini. Begitu melewati pintu masuk ke Curug 7 Cibolang, kami disambut angin sepoi-sepoi. Duhhh...segerrr..


Waktu itu pengunjung yang datang tidak sebanyak dihari libur. Jadi kami bisa dengan jelas melihat keindahan curug 7 Cibolang. Tapi memang bagusnya datang ke tempat wisata kalau gak pengen rame yang jangan pas liburan. Kebayang kan kalau ramai, pasti udah penuh.


Curug satu merupakan curug yang paling besar dengan ketinggian mencapai 120 meter. Disamping kirinya terdapat tebing datar besar. Kemudian curug dua berada dibawahnya. Untuk menuju curug selanjutnya kami harus melewati curug satu ini. Jadi mau tidak mau kita bisa main basah-basahan. 

Setidaknya membasahi tangan..hehe. Sebenarnya kami juga sedikit bingung di daerah curug ini, karena tidak ada papan nama yang menunjukan ini curug keberapa.


Di tempat wisata ini, kami tidak basah-basahan seperti pengunjung yang lainnya. Selain tidak membawa pakaian ganti, kami juga memang tidak niat untuk berenang. 

Di curug yang ini airnya tidak terlalu deras, sehingga berdiri tepat didepan air mengalir tidak basah langsung. Kurang lebih seperti ini nih fotonya.


Selain itu di sekitar curug ini terdapat warung juga lho. Yang isinya menjual berbagai minuman dan cemilan. Waktu itu kami gak beli apa-apa di warung, karena masih kenyang cilok yang dibeli sebelum jalan menelusui curug..hehe

Warung yang ada di sekitar curug memang jauh dari parkiran bawah, jadi sangat wajar kalau harganya sedikit mahal. Bisa kalian bayangkan kan untuk mencari rezeki di tempat seperti itu tentu butuh berjuangan.


Setelah cukup puas, kami melanjutkan ke curug yang lainnya. Begitu sampai di curuh ke empat ini kami sedikit kecewa. Karena airnya tidak ada alias terlihat kecil banget yang mengalir.

Wajar sih karena dimusim kemarau juga. Kurang lebih seperti ini foto di curuh ke empat.


Pengen sebenarnya explore lebih jauh, tapi waktu itu gak memungkinkan, selain sudah sore, kami juga menghindari sampai rumah malam. Lebih baik dilain waktu datang lagi lebih awal.

Sebelum pulang kami sempatkan untuk selfie untuk kenang-kenangan, terlebih aku upload di tulisanku ini.


Kalian agak aneh gak sih sama aku?
Maen ke curug kok pake celana kain.. Hahah

Eh, tapi jujur aku suka banget sama celana kain, entahlah. Bahkan dulu aku gak punya celana levis sama sekali lho, kebanyakan stock celana yang kain.

Tapi untuk saat ini aku punya, paling nggak aku gunakan buat main atau nggak perjalanan mudik dari Jogja ke Ciamis.

Sampai disini dulu ya, dilain kesempatan kalau aku explore lagi, aku ceritakan sama kalian di blog ini ya. Silahkan kalian follow blog ini, biar gak ketinggalan tulisan-tulisanku. Khususnya setiap update perjalanan wisata.

15 komentar

  1. Kalau airnya deras lebih seru itu bro..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, waktu itu kebetulan sedang kemarau.. Itu juga ALhamdulilah ada airnya.. :)

      Hapus
  2. Boleh jg tuh klw ke Ciamis mampir, kykny adem .. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus atuh, selain ke alun-alun Ciamis, ke curug 7 juga harus dikunjungi.. :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Kapan aja boleh :D
      Tinggal ke curug atuh, hehe

      Hapus
  4. Kalau musim hujan sepertinya akan deras tuh air ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti deras, kemarau juga lumayan udh ada airnya..

      Hapus
  5. di Ciamis ada curug juga ya, baru tau..

    BalasHapus
  6. saya ge sering atuh kang main ke curug mag, tapi belum pernah eung ka curug 7 cibolang mah hehehee :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh kitu, cobaan atuh ke curug 7 Cibolang..
      Mungkin saja sekarang airnya deras.

      Hapus
  7. Murah juga ya tiketnya cuma 7500. Tempatnya adem banget dan masih fresh! Saya juga lebih suka celana kain, lebih leluasa mas... Saya juga udah lama banget nggak jalan-jalan ke Curug nih, gimana dong mas?!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya murah mas Hendra. Betul adem dan fresh :)

      Iya leluasa kain mas.. Ayo ke curug lagi mas. Btw, sudah ke curug mana saja mas ?

      Hapus

Terima kasih sudah membaca diary Andi Nugraha kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari kalian merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis.